Tanya Jawab Tentang Skripsi ~ Mari Kita Jadi Sarjana!

•Januari 29, 2010 • & Komentar

Hi semuaaa.. mengingat belakangan ini pembaca blog gue rameeee bgt di bagian sidang skripsi (tercatat 28 jan 2010 ada 649 pengunjung, dan tgl 29 jan 2010 ada 636 n masih bs naik), jadi gue pikir2 OK jg nich kl buat tulisan yg 1 ini. Jadi di sini kalian semua boleh tanya apaaaa aja yg berhubungan sama skripsi. ( tentunya diutamakan buat anak2 fasilkom Binus, terutama yg mau sidang. Tp kl yg laen mau tanya jg gpp).

Nanti gue bakal coba jawab sebisanya. hehe. Kl bisa bantu kan lumayan. Kl ga bisa.. ya brarti Anda kurang beruntung.. wkwkwk..

Jadi silakan tanyakan apa aja yg mau ditanya di sini. :)

Flash Tutorial Buatan Gue :p

•Januari 12, 2010 • & Komentar

Halloooo semua.. baru aja gue selesai buat tutorial dasar untuk belajar flash.. silakan di-download dan dilihat2.. hehe..

Flash tutorial

Boleh kasi komentar, saran, dll.. Btw, buat yg belum tau siapa gue, bisa liat di dalamnya, karena disitu ada cantumin nama :p Enjoy..

Pengalaman Organisasiku.. from zero to hero?

•Desember 13, 2009 • & Komentar

Satu hal yang tidak terlepas dalam membentuk kehidupanku sampe sekarang ini adalah organisasi. Sebenarnya bagaimana awal mulanya dan kiprahku di organisasi? Coba baca ceritanya ya..

Semua diawali ketika aku masih di SLTP (skrg namanya sudah kembali jd SMP kl ga salah). Nah, waktu aku pertama kali masuk SMP itu ikut yg namanya MOS (Masa Orientasi Sekolah) -> baca: ngerjain anak baru.. lol. Waktu itu aku melihat para senior2 ini luar biasa.. dihormati dan (tentunya) ditakuti oleh junior2nya. 1 kata yang mungkin dapat digunakan untuk mewakili hal itu adalah: ‘kekuasaan’. Selama SD, aku hanyalah seorang murid yg tidak populer dan rasanya tidak begitu dikenal (setidaknya aku merasa seperti itu, walaupun tentunya punya temen jg >0< ).  Dengan kondisi seperti ini, tentunya aku merasa agak aneh namun tertarik dengan sistem senioritas di SMP. Dan tujuanku simple sekali.. untuk ngerjain anak baru.. >.< (kl dipikir2 agak2 ga berkelas ya ;p).

Kelas 1 SLTP

Kebetulan sekolahku bukan merupakan sekolah yg besar, bahkan angkatanku itu hanya 1 kelas, dengan total murid skitar 27 org kl tidak salah ingat, dan dari murid2 ini, walaupun aku bukan yang paling populer, namun aku termasuk yang cukup dikenal oleh guru dan para senior, soalnya aku dulu cukup pintar (sombong dikit nich ceritanya ;p). Dan tentunya ga perlu org pintar untuk memprediksi  kemungkinan diriku masuk menjadi pengurus OSIS dari jumlah murid dan kepopuleranku.. hehe..

Maka akhirnya aku terpilih menjadi OSIS bagian ‘kehidupan berbangsa dan bernegara’. Lalu kerjaannya ngapain? jawabannya: ga da. Selama menjabat pada periode itu (kls 1-2 SLTP), selain ikut2an dlm MOS, ga da kerjaan sama sekali.. lol. Waktu MOS rasanya senang sekali bisa ngerjain anak2 baru, dan tentunya aku yang suka ngerjain org ini ga bakal melewatkan kesempatan untuk ngerjain, terutama waktu dimintain tandatangan.. hehe..

Kelas 2 SLTP

Ada kebijakan baru dari sekolah yg menetapkan semua murid kelas 1 harus ikut ekskul paskibra, dan semua murid kelas 2 harus ikt ekskul PMR. Maka jadilah aku seorang anggota PMR, dan merupakan angkatan perintis.. hehe. Jadi, tidak ada senior ;p .

Tentunya sesuatu yang dipaksakan tidak akan berjalan mulus. Begitu pula dengan ekskul ini. Karena semua murid kls 2 harus ikt, maka pastinya bnyk teman2 yang malas, dan ‘cabut’ waktu jam ekskul. Aku sendiri merupakan org yg cukup rajin ikt ekskul ini dan memang merasa cukup tertarik.

Selain PMR, aku masih ikt OSIS dan percaya ga percaya.. aku terpilih menjadi salah satu calon ketua OSIS. Rasanya banyak organisasi mempunyai permasalahan yang sama dengan yang ini, yaitu kesulitan mencari orang yang mau menjadi ketua.. haha. Aku pun malas ketika disuru menjadi calon ketua, wong tugas OSIS aja ga ngerti sama sekali, dan waktu itu aku merasa takut sekali terhadap tanggung jawab, apalagi KETUA.. lol. (sampe skrg juga masih ada ketakutan sich kl disuruh jadi ketua, tapi ga separah dl). Namun aku dari dulu tertarik sekali dengan jabatan namanya wakil ketua, karena bagiku itu merupakan jabatan elite yang bebas tugas, karena setauku dulu namanya wakil cuma bekerja kl ketua tidak ada (istilah politiknya: ban serep.. lol), dan kl di OSIS itu kan ketuanya ga mungkin ga da.. namanya jg anak sekolah.. jadinya ya gitu d ;p

Nah, beruntungnya dari dulu aku sudah cukup ahli dalam memprediksi sesuatu. Ketika diminta menjadi calon ketua, aku sudah memperhitungkan berapa kemungkinan aku menjadi ketua. Dan kl dilihat dari ketiga calon waktu itu, aku memprediksi diriku akan menjadi peringkat 2, yang biasanya akan memperoleh jabatan wakil ketua.. hehe.. (maaf.. aku sudah licik dr dulu.. ;p).

Gayaku dari dulu memang selalu slengehan, lucu dan tidak serius. Aku ingat ketika pasang poster untuk kampanye, yang lainnya begitu formal, tapi aku ingin membuat sesuatu yg berbeda, jd di nama panggilan itu kutulis ‘kodok’ yang merupakan panggilan beberapa orang terhadapku di masa itu (tp skrg uda ga, jd kl manggil itu kmungkinan besar ga nyahut gue ;p).

Sayangnya prediksiku ada sedikit meleset.. ternyata dikasi jabatan bendahara gara2 katanya lebih teliti dibanding yg 1 lagi.. wew.. jabatan yg cukup menyeramkan. Tapi akhirnya kuterima, jadi aku jadi bendahara OSIS selama kls 2 – 3 SLTP. Kl dipikir2, selama menjadi bendahara OSIS jg kerjaan tuh hampir ga da, kalaupun ada kerjaan, biasanya suruh wakil bendahara yg kerjain.. ;p

Kelas 3 SLTP

Pertama kalinya merasakan benar2 menjadi senior, yaitu di PMR. Harus menjaga dan membina adik kelas bukanlah hal yang mudah. Aku ingat sering sekali aku berbicara di depan, tetapi tidak ada yang memperhatikan. Seringkali menjadi kesal dan emosi. Pada saat itu aku terkadang masih sangat emosional. Rasanya ada beberapa kali aku teriak di dalam kelas (kalo ga salah ingat). Itulah pengalaman menjadi senior benar2 yang pertama kali. Hasilnya? gagal.. lol..

Kelas 1 SMU

Kembali menjadi junior. Kembali dikerjain waktu MOS. Aku ingat waktu hari ke-2 MOS, rambutku yang sudah dipotong pendek masih dibilang terlalu panjang, lalu diberi gel yg super banyak lalu dibentuk model mohawk -.-” lalu besoknya aku bolos MOS.. lol.. Senior di SMU (yang merupakan sekolah yang sama dengan SLTP ku) jauh lebih ganas dibandingkan waktu SLTP. Bahkan ada seperti geng perempuan yang suka teriak2 kaya idiot (Dan ajaibnya, yang kaya begini tuh di kuliahan jg bnyk, dan aku yakin sampe umur berapa pun, pasti ada wanita2 yg seperti ini.. istilahnya centil kali ya?).

Di kelas 1 ini 3 bulan pertama ada wajib paskibra. Seringkali kami dikumpulkan ketika pulang sekolah untuk ‘dikerjain’. Masa-masa itu, senioritas benar2 terlihat. Dibentak dan diteriaki sudah menjadi makanan sehari-hari. Aku ingat ada 1x bersama 4 org teman laporin hal ini ke kepsek. Akibatnya kami dikumpulin lagi sama senior abis pulang sekolah, dan ditanya siapa yg lapor ke kepsek. Aku ingat waktu itu cm aku dan 1 org temanku yang mengaku. Akibatnya dimaki2 dan tas dilempar. Waktu itu aku belajar 2 hal.. betapa sialannya senior, dan betapa tidak setiakawannya temanku.. ( untuk kesetiakawanan sich nanti mungkin bisa dibuat tulisan sendiri.. soalnya ada bnyk jg nich pengalaman). Sejak itu, aku dan temanku itu sudah seperti incaran para senior paskibra.

Setelah 3 bulan wajib paskibra, anak2 baru diizinkan memilih mau PMR ato tetap di paskibra. Nah, pada minggu2 terakhir wajib paskibra,  ada senior PMR yang promosi. Aku ingat benar ada 1 senior wanita dr PMR yg bilang di depan kelas kaya gini: “Eh kalian jgn gara2 waktu SMPnya uda pernah ikt (ekskul), trus merasa uda jago ya! Jangan Sok!” dengan gaya yg sangat nyolot. aku yakin 100% ucapan itu ditujukan padaku dan temanku, atau bahkan lebih yakin lagi kalau ucapan itu ditujukan padaku, karena dia sempat melihat ke arahku waktu bicara seperti itu. Mendengar ucapan itu, entah mengapa jadi timbul keinginan untuk membuktikan bahwa aku tidak seperti itu. Aku lalu bertekad aku akan menunjukkan pada senior2 sialan itu bahwa aku memiliki kemampuan, bukan cuma ngomong doank.

Setelah 3 bulan, tanpa diragukan lagi, sudah pasti aku pindah ke PMR. Di sini, aku menyadari bahwa hanya sedikit dari mereka yang benar2 menyebalkan. Dan senior yang tadi berkata dengan sungguh hebat itu… ternyata tidak lama setelah aku masuk, dia sudah tidak aktif lagi. Memang benar kata pepatah: “Tong kosong nyaring bunyinya”.

Kelas 2 SMU

Kembali menjadi senior. Oh iya, di SMU aku tidak menjadi OSIS, karena sebagian besar pengurus OSIS merupakan anggota paskibra.. haha.. tidak adil memang, tapi dimana-mana orang selalu memilih teman untuk jabatan. Jadi apabila ketua OSIS berasal dari paskibra, orang-orang PMR hanya sedikit yang dipilih, itu pun paling hanya dari teman dekat. Namun kalau bagiku, kinerja adalah yang utama. Relasi adalah sampingan. Jadi bila aku menjadi pemimpin apapun, jangan terlalu mengharapkan bisa KKN, karena pada dasarnya aku tidak suka seperti itu, kecuali kalau orang itu memang mempunyai kemampuan.

Menjadi senior pada saat ini tidaklah seperti dulu lagi. Aku sudah mulai terbiasa, mulai santai, tapi tegas. Tidak seperti senior lain yang suka mencari kesalahan2 yang tidak masuk akal, aku cukup menyebutkan kesalahan yang wajar dan menghukum mereka ( lol.. sama aja ya ujung2nya?). Walaupun tidak bisa benar2 membuktikan, tapi aku yakin di satu sisi aku merupakan senior yang paling galak, dan di sisi lain aku merupakan senior yang paling dihormati. ( terkadang orang hanya takut, tapi tidak menghormati).

Kelas 3 SMU

Berada di kelas 3, aku merasakan pikiranku dipenuhi dengan perasaan malas yang luar biasa, baik dalam belajar, maupun dalam berorganisasi. Bukan berarti aku tiba2 menjadi ranking terakhir atau semacam itu, tapi jelas sekali kurasakan malas dalam melakukan segala sesuatu. Mungkin pikiran telah mencapai tahap ‘jenuh’ dengan semua ini.. dengan belajar ataupun organisasi. Sebagai seorang senior dalam organisasi, aku sudah tidak terlalu mencampuri kegiatan2 itu, walaupun masih aktif. Aku melihat anak2 kelas 2 sering sekali mencari2 kesalahan dari adik2 kelasnya. Satu hal yang sebenarnya kurang kusukai. Aku sendiri terkadang menegur, tapi lebih sering membiarkan. Bagaimanapun juga, ini adalah masa mereka, bukan masaku lagi.

Aku ingat suatu hal yang sangat menarik pada masa ini. Pelatih PMR pada waktu itu sering memarahi anak2 kelas 3.. aku tidak ingat pastinya sebabnya karena apa, tapi aku ingat pada waktu itu teman2 yang sudah merasa jenuh menjadi semakin malas. Rasanya pada waktu itu semua memang sudah mencapai titik jenuh. Pelatihku sendiri jarang datang (mungkin karena kesibukan di tempat lain), dan ketika datang pun, hampir dipastikan dia bakal marah2 entah kenapa. Akhirnya pada suatu ketika, ada lomba cerdas cermat PMR, dan pada waktu itu aku merasa inilah waktunya perubahan.

Aku mendiskusikan suatu hal dengan teman2ku kelas 3 yg masih aktif di PMR. Setelah sepakat, aku lalu berkata ke pelatihku, “Kak, gimana kalo kita buat taruhan.. Dalam lomba ini, kami pasti bisa menghasilkan piala. Kalau kami gagal bawa pulang piala, kakak boleh membekukan seluruh senior kelas 3, tapi kalau sampai berhasil, untuk kedepannya jangan pernah menyalahkan kelas 3 atau marahin kelas 3 lagi.” Tidak ingat pastinya seperti apa, tp kira2 aku menantang pelatihku seperti itu. Waktu itu pertimbangannya adalah karena aku lihat anak2 kelas 3 sudah banyak yang tidak aktif, dan yang masih aktif pun semua sudah malas. Jadi sebenarnya walaupun dibekukan itu juga tidak apa2, tapi kalau menang kan setidaknya kami mendapat image yang bagus (hehe.. sekali lagi otak licikku berjalan dengan sangat baik).

Pelatihku sendiri melatih beberapa sekolah.. mungkin karena itu kami merasa sekolah kami agak ditelantarkan (dan rasanya bukan cuma perasaan, tapi kenyataan). Jadi untuk lomba itu, sekolah2 lain diatur oleh pelatih, sedangkan tim dari sekolah kami diatur olehku. Yup.. i’m the manager. Waktu itu rencanaku menurunkan anak2 campuran kelas 2 dan kelas 1 untuk ikut lomba. Kalau tidak salah kami menurunkan 2 tim. Ketika lomba, 1 tim telah kalah. Dan akhirnya setelah dipertimbangkan, akhirnya aku yang tadinya tidak ikut lomba, jadi masuk ke lomba (kebetulan aku sudah pernah ikut lomba beberapa kali, jadi sedikit banyak juga sudah berpengalaman). Kami mencapai final, dan aku ingat ketika itu ada beberapa tim asuhan pelatihku juga masuk final. Kami sendiri masuk final karena keberuntungan (hampir kalah di babak sebelumnya). Final itu diikuti 5 kelompok kalau tidak salah. Akhirnya karena pelatihku menganggap peraturan dari lomba tidak adil, ia lalu menyuruh semua timnya untuk walkout dari lomba itu, termasuk tim kami. (mungkin karena beberapa tim andalannya gugur). Namun kelompokku tidak mundur.. aku tidak mau menuruti emosi dari pelatihku, dan akhirnya kami berhasil keluar sebagai juara 1.

Setelah kejadian itu, pelatihku tidak mau mengakui kemenangan kami, walaupun piala sudah di tangan kami. Namun itu tidak penting, karena kami sudah berhasil menunjukkan kemampuan kami. Tidak penting menunjukkannya pada pelatih yang arogan, namun aku sadar pengaruhnya cukup besar pada junior2 kami di kelas 1. Kami mendapatkan respect dari adik2 kelas.

Kejadian itu mungkin merupakan awal dari perubahanku dalam kehidupan berorganisasi. Aku menyadari bahwa orang yang lebih tua bukan berarti mereka selalu lebih dewasa, ataupun lebih baik. Aku menyadari terkadang mereka tetap bisa arogan ataupun emosional, dan aku bahkan merasa aku dapat mengendalikan emosiku jauh lebih baik dari pelatihku. Dan pada waktu itu sudah timbul pula keberanianku dalam menyampaikan sesuatu, tidak peduli orang lain lebih tua ataupun muda. Inilah dasar dari kemampuan organisasiku.

Kuliah

Kembali ke awal lagi. Seorang mahasiswa baru yang belum tahu apa2. Aku ikut POM (Pekan Orientasi Mahasiswa) sampai selesai. Pada waktu itu masih ada senioritas, jadi memang benar2 cukup terasa ‘penderitaan’-nya. Di satu sisi, kami jadi cukup akrab dalam 1 kelas. Bagaimanapun juga, senasib dan sependeritaan bisa menyatukan orang (aneh tapi nyata).

Selesai POM, aku mendaftar di beberapa organisasi, dan akhirnya menjadi aktivis di 2 UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), yaitu di UKM kerohanian, dan satu lagi di sebuah UKM penalaran.. hehe.. lebih baik dirahasiakan krn akan dibahas di bawah ;p Tentunya aku masuk ke kedua UKM ini dengan status sebagai aktivis.

Pertama kali masuk, aku merasa sangat percaya diri dengan kemampuanku, mengingat waktu sekolah pengalamanku sudah cukup OK. Tapi ternyata, setelah masuk.. kemampuanku itu bukan termasuk hebat disana, hanya biasa2 saja, bahkan termasuk kurang.

Tahun pertama (2005-2006)

Tahun pertamaku cukup sibuk. Akan kuceritakan dari masing2 organisasi. Kita sebut saja UKM penalaran itu sebagai A, dan UKM kerohanian sebagai B. (jadi ingat matematika zaman sekolah.. lol)

Kedua UKM ini mempunyai pola organisasi yang berbeda. A merupakan UKM yg isinya bukan hanya org yang mau aktif, tapi sebagian besar anggotanya justru hanya ingin belajar materi dr UKM itu. Misalnya.. ada orang yang ikut english club untuk ikut kelas belajar bahasa inggris saja, bukan untuk aktif di UKM tersebut. Jadi org yang aktif pada UKM itu cukup sedikit, mungkin di bawah 100 orang. Sedangkan B merupakan UKM yang anggotanya seluruh orang beragama sama di kampus ini. Tentunya kebanyakan tidak menjadi aktivis, hanya umat. Namun kalau dilihat dari total yang aktif, UKM kerohanian hampir dapat dipastikan mempunyai aktivis yang terbanyak. B sendiri mempunyai total anggota aktif sekitar 200 orang.

Karena orang yang aktif di A tidak banyak, maka jika dibuat event, semua org yang aktif dimasukkan ke dalam kepanitiaan. Sedangkan di B, jika ada event, kita akan ditanya terlebih dahulu kesediaan untuk membantu. Jika tidak mau, maka tidak dimasukkan ke kepanitiaan. A selalu rapat setiap jumat, sedangkan B pada jam yang sama mengadakan acara kerohanian. Rapat umum di B cukup jarang, mungkin hanya skitar 3 kali dlm 1 tahun.

Ketika awal, aku membagi waktuku sama rata antara kedua UKM. Tapi rapat setiap minggu menurutku sangat tidak efektif. Selain itu, aku merasa kehadiranku di rapat itu memang tidak penting. Kalaupun tidak datang juga tidak apa2, dan memang rasanya hal yang dibahas itu sebagian besar cukup diketahui oleh manajemen tingkat menengah saja (tidak usah sampai aktivis). Jadi aku terkadang bolos rapat dan ikut acara kerohanian.

Kemudian diadakan latihan kepemimpinan dari kedua UKM. Aku ikut kedua2nya. Dan dari latihan ini, aku merasa bahwa LDK di A memang jauh lebih baik. Aku suka latihan yang keras, karena menurutku untuk membentuk orang itu harus keras, tidak bisa lembek. Filosofi ini aku dapat dari pelatihku di PMR dulu. Umpamanya seperti kita membentuk tanah liat, apabila kita perlahan-lahan saja, tidak akan bisa membentuk. Untuk membentuk itu harus keras, baru bisa jadi bagus. Latihan kepemimpinan di B memang terasa sangat lembek untukku. Mungkin memang karena berdasarkan kerohanian.

Untuk jenis event, A hanya mempunyai sedikit event, namun kebanyakan event itu merupakan event besar yang seringkali diadakan di luar kampus. Sedangkan B, mempunyai banyak event, namun kebanyakan event diadakan di kampus, walaupun ada juga yang cukup besar dan diadakan di luar.

Nah dalam event2 ini, aku sebagai anggota dari divisi tertentu di A hampir selalu merasa koordinatorku tidak dapat melakukan tugas manajemennya dengan baik. Koordinator hampir semua dipilih dari pengurus, namun ternyata skill mereka sebagai pengurus memang masih kurang. Dan akupun seringkali tidak mendapat tugas. Karena tidak akrab dengan pengurus (dan memang menyenangkan tidak mendapat tugas :p), maka aku cuek saja. Selain itu, dari pengaturan dari atasan juga rasanya tidak beres, karena aku entah sudah 2-4 kali menjadi panitia divisi humas, dan tidak pernah berpindah ke divisi lain. Padahal jika pengaturan benar, maka harusnya akan jauh lebih baik jika kami sebagai aktivis di- rolling ke divisi lainnya. Dan karena aku cukup sering membolos rapat (yang semakin lama semakin sering kulakukan), maka makin tidak akrablah aku dengan mereka, walaupun cukup banyak yang mengenalku karena bersama2 ikut di LDK.

Hal ini tentunya telah menciptakan suatu kondisi perbedaan. Anak-anak yang cukup rajin (dan umumnya hanya aktif di A saja), sudah mulai dipercaya oleh para senior untuk menjadi koordinator event. Sedangkan bagi kami yang setengah-setengah (dan jumlah orang sepertiku di A ini cukup banyak) tentunya akan semakin menghilang.

Sekarang waktunya bercerita tentang B. Sama seperti di A, pada event2 tentunya ada koordinator2 event yang kurang kompeten. Namun disini lebih wajar, karena koordinator memang hampir seluruhnya dipilih aktivis-aktivis baru. Dan suatu ketika, mantan koordinatorku di suatu event akhirnya dipilih menjadi ketua event baru. Dan dia memilihku menjadi koordinator transportasi. Rasanya siapapun yang tidak pernah menjadi koordinator akan ada suatu ketakutan terhadap tanggung jawab ini. Akupun begitu. Namun setelah memikirkannya, akhirnya aku menerima dan itulah pertama kalinya aku menjadi koordinator dalam sebuah event.

Selama mengurus event ini, aku merasa bahwa kemampuan manajerial-ku ini masih sangat payah. Tapi kl dipikir2, pada waktu itu tidak merasa sich. Mungkin kita memang akan merasa kemampuan kurang pada saat kemampuan kita sudah lebih.

Anyway, setelah menjadi koordinator di event itu, aku kemudian dipercaya lagi untuk menjadi sub koordinator di event lainnya di B. Sedangkan di A, aku hanya menjadi aktivis yang kadang-kadang bantu saja.

Aku ingat pada pemilihan ketua event terakhir di B, aku sempat mengajukan diri.. haha.. tentunya dari awal aku sudah tahu akan kalah. Iseng2 aja, sekalian menunjukkan pada yang lain bahwa aku eksis. Mungkin karena itu aku dipilih menjadi salah satu sub koor di event itu.

Pada akhir masa kepengurusan ini, aku mendapat emblem dari B, dan tidak mendapat emblem dari A.. haha.. aku ingat mereka membuat acara 3 hari di luar kota untuk ganti ketua sekaligus keakraban dan tentunya bagi2 emblem. Kl tidak salah waktu itu acaranya bentrok dengan acara di B, jadi aku pilih acara di B.

Tahun kedua (2006-2007)

Melanjutkan kembali di kedua organisasi itu. Pastinya statusku adalah pengurus di B. Sedangkan di A, aku juga bingung statusnya apa. Karena di A, pengurus adalah orang-orang yang mempunyai emblem, sedangkan aktivis adalah orang2 yang baru join. Nah aku kan sudah 1 tahun, tapi tidak ada emblem. Jadi statusnya ga jelas gitu. Tapi setidaknya tidak disamakan dengan aktivis sudah cukup baik.

Aku ingat di A, koordinator organisasi (yang tentunya senior), mempunyai wakil koordinator yang dipilih dari angkatanku. Hal itu kembali mengkotak-kotakkan kami. Berdasarkan pengamatanku, yang dipilih adalah orang2 yang pada tahun sebelumnya sangat rajin. Namun rasanya sangat disayangkan karena rasanya hanya faktor itu saja yang dipertimbangkan. Secara pribadi aku merasa sebagian besar dari teman seangkatanku itu tidak mempunyai skill manajerial, dan sebagian dari mereka masih sangat egois dan emosional. Aku mengetahuinya karena sikap mereka itu seperti diriku ketika baru pertama kali mengatur (lihat bagian SLTP kls 3).

Di B, aku maju kembali menjadi calon ketua event (kali ini tentunya dengan kemungkinan menang yang lumayan besar). Aku kalah dalam pemilihan (yang bagiku tidak masalah sama sekali, karena memang pada dasarnya aku malas menjadi ketua), dan kemudian dipilih menjadi koordinator acara dalam event ini.

Aku ingat suatu kali aku mendapat giliran jaga stand di A. Waktu itu kalau tidak salah aku ada urusan mendadak sehingga tidak bisa jaga. Kuberitahukan kepada PIC dari stand itu (yang juga merupakan wakil koordinator organisasi). Tidak kusangka ternyata dia memarahiku dan memaksaku mencari pengganti. Aku ingat waktu itu aku kesal sekali, tapi ada juga pemikiran kalau orang ini memang orang tidak pernah memimpin, namun diberi suatu kekuasaan, akhirnya terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Karena bagaimanapun juga, walaupun dia wakoor, tapi kami seangkatan. Rasanya lucu sekali dia memarahiku seperti atasan memarahi bawahan. Aku sadar memang salah, tapi rasanya tidak perlu sampai marah, cukup ngomong saja juga sudah ngerti. Waktu itu aku menghela nafas dan pergi saja tanpa mempedulikannya. Dan untuk kesekian kalinya timbul niat untuk keluar dari UKM itu.

Aku ingat ketika liburan sebelum anak2 baru masuk, aku pernah membantu dekorasi di sekre A. Ada beberapa orang yang datang. Waktu itu aku membantu 1/2 hari, lalu berencana mau pulang. Kemudian ketua terpilih dan juga sekben malah memberikan sindiran yang intinya mengatakan kita harus berkorban untuk organisasi. Aku bukan orang yang memerlukan terima kasih, tapi ya tolong tahu diri sedikit. Kalau orang telah membantu, sesedikit apapun harus dihargai, bukan malah dirasa kurang. Padahal ada begitu banyak orang yang tidak membantu. Apalagi jabatan mereka adalah ketua dan sekben. Bayangkan, orang2 penting dalam sebuah organisasi berkata seperti itu. Ya dengan suasana tidak enak, akupun meninggalkan sekre itu.

Dan akhirnya ada sebuah event di A, dimana aku merasa: I had it!, yaitu pada sebuah event dimana untuk kesekian kalinya aku lagi2 dipilih menjadi anggota humas. Koordinatorku adalah seseorang dari angkatanku. Dan lagi2 hubungan kami benar2 seperti atasan dan bawahan. Dia selalu memberi tugas, dan ketika tugas selesai, kemudian diberi tugas lagi. Dia merasa karena dia kerja berat, maka semuanya juga harus kerja yang sama. Sebenarnya hal itu tidak masalah sich, tapi sekali lagi masalah komunikasi. Apabila disampaikan dengan cara yang benar tentunya akan lebih mudah diterima. Tapi bila menganggap seperti bawahan, ya untuk apa kuturuti? orang tidak dibayar.

Setelah event itu selesai, aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari A. Sang ketua waktu itu mengatakan “yah, sayang sekali. Baru kepikir mau kasih kamu emblem habis ini”.. well sorry girl, it’s too late. Aku mundur, dan tidak tahu ada hubungannya atau tidak, tapi ada 4-5 orang yang mundur setelah aku mundur… haha, no comment mengenai yang satu ini.

Dengan itu maka selesailah pengalamanku di A. Pengalaman yang sebagian besar tidak baik, namun merupakan pembelajaran yang hebat untukku. Setidaknya aku tahu, kalau menjadi pemimpin, jangan menjadi orang-orang seperti ini.. haha..

Sekarang kita lanjutkan dengan B. Aku memang boleh dikatakan sangat aktif di B. Setelah event dimana aku menjadi koordinator acara selesai, waktu itu aku memutuskan untuk kerja di sebuah tempat les dekat binus. Sempat terpikir untuk melepas semua kegiatan organisasi karena kupikir akan sibuk, namun nasib berkata beda. Tiba2 saja ada ketua event yang mengajakku menjadi wakil ketua event. Dan aku pun menerima tawaran itu.

Pada pemilihan ketua event yang selanjutnya pun aku maju kembali, dan kembali kalah.. :p Untungnya aku bukan orang yang benar2 peduli menang atau kalah, kalau tidak, pasti stress karena beberapa kali maju tidak tapi tidak menang.

Di akhir periode, aku terpilih menjadi salah satu calon ketua dari organisasi ini. Dan dari awal sebenarnya aku sudah memperkirakan tidak akan menang, karena aku bukanlah seorang calon yang benar2 populer, tapi aku bukanlah orang yang suka mengundurkan diri. Bagiku, kalau memang terpilih, berarti orang-orang mempercayakan jabatan ini padaku, dan kalaupun tidak terpilih, tidak masalah juga bagiku, karena aku memang malas dengan posisi-posisi seperti ini.

Aku pun kemudian gagal terpilih. Ketua terpilih kemudian mengangkatku sebagai salah satu koordinator bidang, yaitu bidang web, database, dan pelatihan. Aku sendiri merupakan orang yang nyeleneh dan memang suka melakukan hal2 ‘berani’. Maka aku pun membuat perubahan besar pada bidang yang kutangani. Strukturnya kurombak habis. Namanya pun kuubah menjadi bidang Teknologi Informasi. Tentunya perubahan ini sudah disetujui oleh ketua dan para dewan pembina.. hehe..

Tahun ketiga (2007-2008)

Menjadi seorang koordinator bidang, aku benar2 membuat suatu tingkatan pada jabatan. Bukan bermaksud sombong, namun aku ingin para pengurus dan aktivis benar-benar bekerja, sehingga tidak sia-sia, jadi aku membatasi diri hanya pada tingkatan konseptual. Konsep-konsep besar pada bidang ini kutangani, ide-ide kubuat, lalu kuserahkan pada para pengurus untuk menjalankan. Dan kubuat mereka mendidik para aktivis untuk membantu pekerjaan mereka. Aku sendiri hanya mengontrol saja, walaupun memang siap juga untuk turun tangan jika ada yang tidak beres.

Lalu bagaimana hubunganku dengan para aktivis dan pengurusku? Coba perhitungkan worst case dari kepemimpinan, yaitu semua pengurus dan aktivis tidak mau kerja dan semuanya mundur. Nah kalau itu terjadi, mungkin tidak bagi kita untuk mengerjakan semua tugas itu sendiri? Setidaknya untuk jabatanku sekarang, jawabannya adalah “Tidak Mungkin”, oleh karena itu, jangan sampai itu terjadi. Bagaimana caranya? ya dengan benar2 memberikan respect pada para pengurus dan aktivis. Jadi ya JANGAN sekali-sekali menganggap mereka seperti bawahan, walaupun berdasarkan struktur organisasi, memang mereka di bawah kita. Hormatilah orang2 itu, karena selain mereka semua bekerja dengan sukarela, mereka juga membantu kita dalam menjalankan tugas.

Aku sendiri selalu menganggap mereka semua sebagai 1 tim. Hampir pada setiap hal, aku selalu mengajak diskusi para pengurus. Jadi selama menjadi koordinator, aku mempunyai 2 tim, yaitu teman2 pengurus dari 1 bidang, dan juga teman-teman pengurus inti. Aku selalu berdiskusi dengan teman2 itu.

Akhirnya periode itu pun lewat, walaupun terkadang terasa bosan dan berat, namun akhirnya aku berhasil menyelesaikannya, dan pensiun dengan damai (lol.. kaya tewas aja). Dan kemudian fokus dengan skripsiku.

Tahun keempat (2008-2009)

Tidak banyak yang kulakukan di periode ini, hanya menyelesaikan kuliah dan skripsi. Aku mulai aktif lagi dalam pelatihan calon ketua yang baru dalam organisasiku. Saat itu kebetulan alumni-alumni yang lain sudah kerja, dan aku sendiri pada waktu itu belum bekerja rutin, hanya mengerjakan proyek2, jadi aku ikut saja untuk meng-gembleng anak2 yang menjadi calon ketua.

SEKARANG (2009)

Dipilih menjadi salah seorang dari Dewan Pembina dari organisasiku. Tugasku mengawasi para pengurus inti dan juga memberikan nasehat-nasehat. Jabatan yang tentunya tidak banyak orang bisa menduduki. Sebenarnya sich, aku merasa malas sekali ketika ditawari jabatan ini. Namun inilah diriku sekarang.. seorang dewan pembina, dan tentunya, prinsipku, bila menjalankan sesuatu ya harus sampai akhir :) Dan akhir dari jabatanku sekarang adalah sekitar november 2010. Sampai saat itu, aku akan terus berjuang dengan sepenuh hati (sedikit berlebihan.. hahaha :p).

Hahaha.. tidak disangka jadinya panjang sekali >.< Mudah2an tidak bosan membacanya. Kalau bosan ya sudah ga dibaca juga tidak apa-apa, hanya ingin mencurahkan saja..

Kerjaanku Sejauh Ini

•Oktober 3, 2009 • & Komentar

Hi all.. uda lama ga update blog gue nich.. hehe. Mungkin banyak yang penasaran (ato malah ga da yg penasaran? lol) ngapain aja gue selama ini. Well, here’s the answer:

Seperti sebagian besar makhluk2 laen yg uda lulus kuliah, gue jg bekerja..  wkwk.. Waktu baru lulus kemaren sich rasanya ga pengen kerja sm org. Rasanya pasti uda pada tau kl jd programmer itu biasanya gaji kecil jam kerja tinggi. Kl pun gajinya gede, biasanya tetep aja lemburnya itu ga kira-kira. Jadi waktu lulus kuliah, gue putusin ga mau jd programmer biasa.

Jadi abis kuliah gmn cara gue idup? Untungnya, biar kata skill gue ga dewa, tp gue ga termasuk S.Kom abal2.. jd masih bs terima2 project. N gue punya kenalan programmer2 ‘kelaparan’ yg bisa dikasi project (jd gue jd calo jg nich.. wkwkwk).

Nah , gue ngerasa kerjaan kaya gini nich ga jelas n untung2an, jd tentunya agak sulit bertahan hidup kl cm begini. Di sisi lain, gue punya 1 keinginan pengen jd game developer, cm sayangnya gue ga bs design, n ide buat bikin game itu jg ga segampang kl kita cm mainin.. wkkw..

Akhirnya gue ketemu dgn 1 anak DKV yg dl pernah ajak gue bikin game. Kita cobain dech bikin game. Tp ternyata komunikasi rada susah, krn dia di Bandung, n gue di Jakarta. Trus hubungan kita kan jg ga deket2 amat, jd agak susah tuh buat gamenya. Nah sambil buat game bareng dia, gue ikutan lomba game buddhis gitu (baca postingan gue yg game buddhis). Itu gue bareng temen gue anak DKV jg yg laen lagi. Boleh dibilang itu game pertama gue yg berhasil beres sampe selesai.. wkwkw..

Tp game itu ya selesai sampe disitu aja. Abis itu bingung lagi nich mo ngapain. Cari2 kerjaan flash programmer di internet jg jarang bgt (yup.. menderitalah kalian yg cm bs coding flash tp ga bs design). Gue sempet stress jg, sampe pengen puter haluan ke VB programmer ataupun PHP programmer (pdhl gue ga bs PHP.. lol).

Akhirnya.. rasanya ada keberuntungan jg sich. Jd ada temen kk gue yg kerja jd flash game programmer. Nah akhirnya dia tuh ngajak gue join. Tentunya langsung ok. Haha.. Perusahaannya dr UK, jd gue kerjanya remote. Bosnya jg bule (kayanya sich.. ga pernah liat mukanya.. wkwk). Ga pake kirim CV, cm ngobrol2 pake email & MSN, trus jadi dech. Maka sekarang jadilah gue seorang game developer, atau lebih tepatnya flash game programmer.

Kl mau main game2 yg gue buat, klik aja judul gamenya di link my game. Kl mo comment, di sini jg boleh.. hehe. and FYI: gue cm bertanggung jawab sm programming sm sebagian sound. Ide game itu urusan produser gue. Grafisnya urusan artist (yg gue ga pernah liat ataupun ngobrol). So.. yeah.. that’s it for now. See ya later.. (kl gue sempet nulis..lol)

Game Flash Buddhis Pertamaku

•Agustus 10, 2009 • & Komentar

Guys, kl ada waktu tolong cek http://desmaster.freetzi.com/
Ada game buddhis pertama buatanku. Masih beta version, n suara aja blm sempet dimasukin. Cobain dulu ya, trus bisa kirim kritik, saran ato apapun ke email gue di desmaster2004 @ yahoo . com (tanpa spasi). Thx berat ya.. :)

Maling yang Menantang

•Juli 30, 2009 • & Komentar

Temen2 uda liat blm thread di kaskus baru2 ini (tepatnya kemaren sich kl ga salah).. ada maling yg minta ditangkep.. cerita singkatnya gini nich:

Dia lelang macbook air di forum jual beli (FJB) di kaskus, n akhirnya tuch kejual dengan harga Rp.13,5 juta. Nah, setelah duitnya ditransfer, barangnya ga dikirim2. Intinya penipuan dech.
Yg seru dr kasus ini, si penipu itu buat lagi thread baru, n isinya ngomong kl dia berhasil nipu org, n menghina kaskuser (member kaskus) n nantangin buat nangkep dia kl bisa. Ini bener2 jadi hot thread, n sampe gue nulis ini uda ada 95 pages dan terus nambah.
Buat temen2 yg iseng ato pengen tau, buka aja http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2226404
WARNING: bahasanya bnyk yg ga manusiawi (krn kebanyakan isinya makian2 dr para kaskuser). Buat yg ga biasa dengan kata2 jorok / kasar, mendingan ga usa buka (ato buka halaman pertamanya aja uda cukup kayanya.. hehe).

Ganti muka

•Juni 28, 2009 • & Komentar

Uda lama ga sempet nulis, mungkin ga lama lagi gue bakal mulai nulis lagi. Utk sementara, nikmati aja tampilan dl dr blog gue.. biar ga bosen.. hehe.

Keep on reading, guys.. :)

Sidang BiNus part 2 – 50 Pertanyaan yg sering keluar kl lg sidang

•Maret 21, 2009 • & Komentar

Mengingat animo temen2 terhadap posting gue tentang sidang n dosen2nya itu cukup tinggi, maka gue memutuskan untuk buat 1 topik lagi tentang sidang. Kali ini yang bener2 mantap. Gue bakal tulisin pertanyaan2 yg sering keluar kalo lagi sidang (terutama sidang TI-SI). Sebelumnya harus minta maap dulu nich sama dosen2.. wkwk.. tp tenang.. demi menjaga rahasia n sekalian biar seru, jawabannya ngga gue kasi tau di blog ini.. LOL.. temen2 ati2 juga ya.. sapa tau ada dosen yg tadinya ga jago nanya, eh gara2 baca blog gue malah jd terinspirasi.. wkwk.. mudah2an aja ngga. Posting ini juga hrs cepet2 gue buat kayanya, soalnya otak gue yg berisi pertanyaan2 waktu sidang kayanya bakal diformat ga lama lagi.. LOL..

Oiya gue kstau dl y.. ini hanya berlaku utk sidang skripsi di BiNus.. kl bisa dipake utk yg laen ya syukur.. wkwk.. ok dech mudah2an berguna buat temen2 n bisa naikin ip u org .. wkwk.. Jgn lupa makan2nya ya kl dpt A.

Sebelumnya, gue jelasin dulu strukturnya.. gini nich:

- bagian

* contoh (kalo ada)

ket: (kalo ada)

baru deh pertanyaannya

Trus, susunan skripsi ini gue buat berdasarkan susunan skripsi gue, jadi kaya gini:

bab 2: landasan teori

bab 3: analisis dan perancangan

bab 4: implementasi dan evaluasi

bab 5: simpulan dan saran

trus printscreen layar gue masukin ke bab4. Jadi buat temen2 yg isi babnya beda, disesuaikan aja ya. Yg printscreennya di lampiran jg sesuaiin aja ya.

So, here we go..

50 soal umum yang  bs ditanyain oleh dosen2 penguji yaitu:

- judul

* analisis dan perancangan xxx berbasis yyy pada perusahaan aaa

ket:

xxx biasa diisi dengan sistem informasi gudang, sistem penjualan, sistem pemesanan, bla2.. kl skripsi gue sich aplikasi perangkat ajar

yyy biasa diisi dengan teori ato jenis aplikasi yg dipake. Kl punya gue sich multimedia. Kdng2 ada yg berdasarkan teori A, metode B, dsb.

aaa diisi nama perusahaan

1. Kenapa buat xxx, knp ga yg laen?

2. Kenapa berbasis yyy, knp ga yg laen?

3. Kenapa buatnya di perusahaan aaa, ga yg laen?

4. Apa bedanya analisis sm analisa? Yg mana yg bener?

5. Jelasin ttg aaa -> lokasinya dimana, kerja perusahaan itu ngapain, cabangnya brp banyak, lokasi cabangnya dimana aja, dsb.

- abstrak

6. Apa aja isi abstrak? (sering ditanya sm Bpk. Diaz)

- ruang lingkup

7. Jelasin ttg ruang lingkup kamu! Terlalu kecil ga nich? ato terlalu luas?

- tujuan & manfaat

8. Apa beda tujuan dan manfaat?

9. Tujuan uda tercapai blm di skripsi ini?

- metode penelitian

* metode dibagi menjadi analisis n perancangan.. ada juga metode berdasarkan fact finding

10. gimana cara analisisnya?

11. jelasin urutan metode penelitian!

- bab 2: landasan teori

12. Teori ini kamu pakai dimana? Tunjukkan!

13. Dari buku mana kamu ambil teori ini? Tunjukkan!

14. Kenapa kamu pake teori si A? Kenapa ga teori si B?

15. Jelasin tentang.. (sebut aja teori2 yg ada di bab 2).. misalnya jelasin ttg ERD!

- bab 3 : analisis n perancangan

16. Siapa user u?

17. Kondisi perusahaannya skrg kaya gmn? (sebelum pake sistem u)

18. Trus ntar bakal kaya gmn abis pake sistem u?

19. Jelasin job desk dr.. (tunjuk 1 bagian dr perusahaan).. misalnya: manager pemasaran

20. Gmn cara analisisnya?

21. Knp u pake .. (isi dengan kuesioner, wawancara, dsb)? Knp ga pake.. (isi dgn metode lainnya)?

22. Pertanyaan yg u pake ini valid ga?

23. Sapa yg u kasi.. (isi dgn kuesioner ato metode analisis yg lainnya)?

24. Knp pake ERD (ato Class kl pakenya class diagram)?

25. Yg dimaksud dgn perancangan itu apa?

26. Yg dipake di bab ini teorinya uda ada blm di bab2? Teorinya sapa? Tunjukin!

- bab4 : implementasi dan evaluasi

27. Diimplementasi di mana?

28. Gmn caranya?

29. Gambar printscreen ini uda sesuai dgn rancangan di bab 3 blm?

30. Hardware n software yg diperluin utk jalanin aplikasi ini tuch apa aja? Jelasin!

31. Ada sistem requirement minimumnya ga buat jalanin? Jelasin!

32. Ada sistem yg disarankan buat jalanin aplikasi ini ga? Jelasin!

33. Gimana caranya evaluasi?

34. Kenapa pake metode.. (kuesioner ato wawancara ato cara lainnya)? Knp ga pake metode lain?

35. Siapa yg mengevaluasi? Usernya bkn?

-bab 5 : simpulan n saran

36. Simpulan uda memenuhi tujuan skripsi u blm?

37. Simpulan ini didapat drmana? Jelasin!

38. Saran u bermanfaat ga?

39. *utk simpulan yg pake kata2 yg bersifat relatif (misalnya user puas, user lebih mudah dlm bla2.., meringankan beban dsb.) – Kamu yakin? Tau drmana?

- daftar pustaka

40. Buku ini bentuknya kaya gmn?

41. Koq pake buku lama? (utk yg pake buku cetakan lama ato buku taun jebot)

42. Koq bnyk banget? (utk yg daftar pustakanya bnyk – relatif utk setiap dosen), Koq dikit bgt? (utk yg daftar pustakanya dikit – relatif jg)

43. Buku ini teorinya dipake dimana? Tunjukin!

—————————————————————————————

- Soal2 unik yg mungkin rumit.. (ada jg yg aneh tp nyata)

44. Sebutin kelebihan skripsi u!

45. Apa bedanya skripsi u sama minor project ato kerja praktek?

46. Apa aja kelebihan sistem u dibanding sistem yg lama?

47. Siapa itu.. (sebut salah 1 nama di daftar pustaka.. misalnya siapa itu Roger Pressman? – LOL.. pertanyaan yg serem bgt nich kl daftar pustaka bnyk.. wkwkwk)?

48. Siapa yg buat aplikasi ini? (wkwk.. pertanyaan yg jawabannya bakal bunuh temen ato bunuh diri kl salah jwb)

49. Koq tipis banget skripsinya? ato.. Koq tebel bgt skripsinya? (ini cm imaginasi gue aja sich.. wkwk.. tapi sapa tau ntar ditanyain)

dan pemenang soal unik yg paling susah dijawab menurut gue adalah….

50. Gmn bahasa mesinnya supaya Hardware bs ngerti inputan yg u masukin di sistem u?

wkwk.. utk yg 1 ini gini pembahasannya waktu gue liat sidang:

“Gmn.. bla2.. (yg di atas)”

“Oh itu di luar ruang lingkup kami, Pak”

“Lho.. kalian IT kan?”

“Iya”

“Uda belajar Tekom kan?”

“…”

maka heninglah suasana di ruangan itu.. LOL..

utk yg 1 ini dosennya gue ks tau inisialnya dech.. MY, Ir., M.Eng.. wkwk.. gokil abiz nanyanya.. tp dia ga sembarang nanya gitu sich.. pas aja temen gue lagi sial.. ato mungkin aplikasinya uda terlalu mantap, jd ditanya yg aneh2.

Sebenernya msh ada bnykkkk bgt soal2 yg mungkin bs ditanyain ttg sidang, tapi kebanyakan itu detail n sangat tergantung dr aplikasi dan juga cara jawab u. Kl jawabannya mancing pertanyaan lain, ya bs repot. Misalnya:

Apa itu ERD?

ERD adalah kumpulan entity2.. bla2.. trus ditembak deh.. Apa itu entity?

Sering bgt yg kaya gitu terjadi waktu sidang. Nah, ini cuma sedikit sharing dr yg gue uda tau. Silakan kl mo ks comment :) tapi inget, di posting ini gue ga bakal kasi tau jwaban dr pertanyaan2 itu, jadi buat temen2 yang mau tau jawaban2nya bisa ke YM gue aja ato yg blm ada ya tanya aja ke email gue.. tapi gue jg blm tentu tau jawabannya lho.. wkwkwk.. Kl mo tanya yg laen2 baru dech comment ke sini.. Kl mau tes gue bantai dl skripsi kalian jg bisa.. LOL.. dengan senang hati bakal gue bantai.. Buahahaha.. (*sinister laugh). Well.. mudah2an bermanfaat ya.. hehe..

Mengenai skripsi, sidang & dosen penguji di BiNus

•Maret 14, 2009 • & Komentar

Kali ini gue bakal bahas 1 topik yg santai n bisa berguna buat temen2 mahasiswa BiNus. Sidang skripsi di BiNus itu merupakan 1 tahap yang harus dijalani setelah selama kurang lebih 1 semester membuat skripsi. Berikut ini beberapa fakta n mitos ttg skripsi:

1. 40% nilai dosen penguji, 60% nilai dosen pembimbing, jadi nilai dr pembimbing lebih pengaruh. (ini 100% fakta).

2. nilai skripsi ini masuk ke IPK, bukan IPS. (gue dikasi tau sm alumni sich, tp kebenarannya blm gue cek, tp ya hrsnya bener sich).

3. dosen penguji ada 2 orang. Yang 1 tanya2 ttg sistem, yang 1 metodologi. (Dosen penguji 2 itu bener banget, tp mengenai yg ditanya tuch blm tentu. Bs jadi ga da yg kuasain sistem, bs jd malah nanya2 teori semua. Ga jelas banget. Yang gue tau, dosen2 yang ditugasin buat sidang tuch kadang2 diganti mendadak, jadi ya bs jd dosen yg nyidang yang aneh2. Hmm.. maklum la, kualitas BiNus emang belum segitu bagusnya sich..wkwkwk).

4. kl ambil non class bakal lebih bagus nilainya drpd yang class.. Ini rumor yg bener2 salah. Gue merasa sangat bersyukur dulu ga ambil skripsi non class. Nilai gue bisa dapat A walaupun ga ambil non class dan aplikasi biasa doank. Sedangkan temen2 gue yg ambil non class, bnyk yg dpt C, bahkan ada jg yg ga lulus sidang… Tapi ya pilihan terserah temen2 aja. Pd dasarnya, nilai sidang tuch sebagian besar tergantung dr dosen penguji, bkn dr aplikasi yg kita buat.

5. kl ambil topik2 umum & underdog kaya pembuatan website, sistem informasi, e-application, ataupun multimedia bakal susah dapet nilai A, sedangkan kl pilih topik2 yg aneh2 kemungkinan besar dpt A. – Untuk yg 1 ini, hrs diketahui kl Nilai itu tergantung dosen penguji. Ga da tuch yg namanya skripsi topik2 umum pst dpt nilai jelek. Kl dpt penguji yg OK mah nilainya OK. Gue skripsi multimedia & berhasil buktiin kl pernyataan ini salah. Nah, utk yg topik2 yg aneh2, itu gue setuju kl dibilang kemungkinan besar dpt A. Soalnya pd dasarnya, siapapun pasti lebih tertarik sm topik2 yg mungkin baru n ga pernah dibuat. Jadi, buat temen2.. kl bisa buatlah sesuatu yg baru.

6. kan gue yg buat program sm penulisannya, pst nilai gue yg paling bgs dibanding temen2 sekelompok gue.. Ini juga belom tentu bener. Sidang itu hubungannya sama penguasaan materi & sedikit luck. Kl u yg buat program, tp waktu sidang uda lupa, trus temen u yg ga ngapa2in waktu sidang ternyata inget semua, ya nilainya kemungkinan besar bakal lebih bagus dia. Tapi, ini jgn dijadiin alasan buat u org yg males biar dpt gratisan dr temen ya.. kasian tuch kl temen u kerja sendiri. Lagian, kbnyakan dosen penguji bakal kasi nilai yang rata buat 1 kelompok.

Nah, mungkin biar temen2 lebih siap dlm menghadapi sidang, gue bakal kasih tau sifat2 dari bbrp dosen yang gue liat waktu nyidang org. (ya, sekedar utk tau aja, gue termasuk salah 1 yg paling banyak nonton sidang di angkatan gue.. wkwk.. sblm sidang gue sendiri, gue uda nonton skitar 15an sidang, dan masih nonton bbrp sidang stlh sidang gue.. wkwk.. niat banget ya). Nich ciri2 dosen yang gue tau sifatnya:

Andreas Soegandi, S.kom, M.M.

Dosen pembimbing skripsi gue dan juga kepala IDC BiNus (Instructional Design Center) – dulu di deket eskalator turun, tapi skrg uda pindah ke 204. Dia bakal nyidang orang di jurusan TI sm MN. Denger2 sich ada nyidang di SI juga. Spesialisasi dia di Multimedia (topik skripsi gue) dan 1 lg di manajemen (detailnya gatau dech kl yg ini). Terkenal KILLER. Hati2 kl ketemu dia. Tapi kl menurut pengakuan orgnya sendiri sich, katanya dia ga killer, malahan bae. Jadi dia tuch sebenernya cm kasi 2 pertanyaan, tapi kl pertanyaan2 ini ga bs dijawab, ya dia bakal tanya terus sampe bisa dijawab, soalnya katanya kan kl mo kasi 65 (C) ya minimal hrs bisa jawab la. Gitu. Tapi jeleknya, biasanya yang ga bisa jawab itu ya makin ditanya makin ga bs jawab. Nah itu tuch yang gawat. Kata2 pembunuh dia yg gue pernah denger dr temen gue yg disidang: “Ini mah tugas mandiri!” – kata Andreas Soegandi sambil sedikit membanting buku ke meja. – Itu waktu sidang e-Application SE. Akhirnya kelompok itu lulus dgn nilai C rata.

Jurike V. Moniaga, S.Kom., M.T.

Orang jurusan atau mungkin lebih cocok dibilang org yang punya jabatan di tingkat fakultas (dekan) komputer. Gue gatau jabatannya, yg pasti dia ada urus S2 juga. Dia salah satu dosen penguji gue. Walaupun mukanya rada galak, tapi sebenernya bae juga sich. Suaranya jg feminim bgt..wkwk.. Dia mungkin org yang paling sering gue liat nyidang orang (saingannya mungkin Elidjen). Rasanya semua yg fasilkom ada kemungkinan disidang sama dia dech. Dia paling suka perhatiin penulisan sama teori. Kalo penulisan uda bagus, trus teorinya juga hafal, nilainya pasti bagus. Tapi kl sebaliknya, dia juga bs ga lulusin org. Jadi range nilainya dari A – ga lulus. Defaultnya (paling sering keluar) B-C. Makanya bagus2in penulisannya.

Agus Prahono, Drs., M.Eng.Sc

Dosen DB. Kepala penguji gue waktu sidang. Orangnya bae (Setidaknya gitu waktu sidang gue..LOL). Dia suka nanya2 ttg DB. Waktu sidang gue aja, dia suru maju satu2 trus ditanya cara baca ERD.. n jeleknya.. dari sidang gue.. ber3 ga da yg bener bacanya.. wkwkw… untung msh dpt A gue.. Nilai dari dia cukup baik. Ngomongannya jg ga terlalu nancep kl ngebantai..wkwk..

Elidjen, S.Kom, M.InfoCommTech.

Buat anak2 UKM / HMJ pasti uda tau banget dech sama yg satu ini. Dia adalah kepala biro kemahasiswaan (skrg namanya uda disingkat jd SCDC (Student Creativity & Development Center). Yang gue pernah liat sich nyidang TI. Dia sangat memperhatikan tujuan n manfaat skripsi yg dibuat. Jadi kl menurut dia berguna, nilainya OK, dan begitu pula sebaliknya. Tapi biasanya sich dosen ini nilainya bae. Kl lg sidang, biasanya dia ga jarang tanya ttg sistem (kalaupun tanya2 sistem, yg paling sering ditanya tuch Waterfall model -> dia suka bgt waterfall model utk SDLC, jd kl pake model lain, hati2 dibantai.. wkwk..). Pertanyaan dr dia itu biasanya tentang penulisan, mulai dr ruang lingkup, tujuan manfaat, analisa, dan bla2 itu la. Pelajari aja semuanya. Default nilai dr dia B. Kadang2 bs dikasi A kl bener2 bagus, tp anehnya temen gue ada yg ga lulus sama dia.. wew… Kata2 dia yg cukup menyakitkan yg pernah gue denger: “Nanti kalo saya ngomong, kalian sakit hati., sampe terbawa mimpi” – tp lalu ga lama kemudian dia ngomong jg ” Skripsi kalian ini sebenernya ga berguna!” – Itu waktu nyidang anak2 SE Multimedia yg uda angkatan 2008 tp sidang sm angkatan gue (2009). – Akhirnya kelompok itu dpt C rata.

Djunaidy Santoso, Dipl.Ing., M.Kom.

Dosen grafik komputer & CB4. Hoki banget dah kl ketemu lulusan Eropa yang satu ini. Orangnya lucu banget n bae juga kl nyidang. Skill dia sich harusnya jago banget, tapi mungkin gara2 orgnya lucu gitu jd ga gitu keliatan pinter.. wkwk.. default nilai dia: B. Tapi banyak juga yang dpt A sama dia. Denger2 dia juga pernah ga lulusin org.. tau dech bener apa ngga tuch.. mungkin tergantung penguji yang 1 lagi kali.

Syaeful Karim, Ir., M.Sc.

Dosen kapita selecta dan juga pembimbing skripsi SE. Nilai dari dia sich bae banget.. wkwk.. Dosen yang sering banget telat ini emang kliatannya cukup bae. Dia sering banget bilang sesuatu kaya gini: “Materi ini menarik ya”.. wkwk.. Jadi inget, setiap kali kapsel dia selalu telat, trus selalu ngomong gitu..wkwk.. waktu lagi nyidang temen gue jg ngomong gitu.. wkwk… Tp beruntunglah org yg dibimbing dia skripsinya, soalnya denger2 dia kasi nilai penuh buat bimbingannya.. wow.. Default nilai dari dia itu B, tapi sering juga ngasih A, jadi bnyk2 berdoa aja biar ketemu dia..

Tri Pudjadi, S.Sos, M.M.

Dosen DB & Oracle. Yg 1 ini cukup aneh. Waktu pertama kali gue liat dia nyidang org di awal2 musim sidang, dia ga gitu sadis. Pertanyaan2nya masih lumayan la. Tapi waktu uda tengah2 musim sidang gitu, gue liat dia nyidang org uda beda banget. Lagi presentasi aja uda diserang..wkwk.. ganas.. Biasanya dia nyidang Oracle, tapi buat yg DB juga bisa ketemu dia kayanya. Defaultnya C, tp krn biasa anak2 Oracle tuch emang lumayan jago, jdnya biasa dpt B, tp kadang2 dpt C jg. Hrs jaga2 la kl ketemu dia.. ati2 aja.

Johan Setiawan, S.Kom, M.M.

Dosen DB jg. Hati2 sekali kl ketemu org ini. Dia org yg bener2 smart & kritis. Jawab pertanyaan dia dengan singkat n jelas. Jangan bertele-tele n jgn bnyk ngelantur. Dia bs langsung motong jawaban dengan pertanyaan yg lebih menyerang lagi. Seram skali. Tapi ajaibnya, nilai dari dia tuch ga parah2 bgt.. wkwk.. Dia bs nyidang DB n Oracle. O ya, dan yg perlu diketahui, Oracle itu merupakan bagian dr SI, bkn TI, jd yg nyidang Oracle mungkin bgt nyidang anak2 SI. Kalimat pembunuh dia yg pernah gue denger: “Kl kalian ga bs tunjukin kelebihan skripsi kalian, mending kalian ulang aja!” – katanya sambil membanting buku skripsi yg lumayan tebel – Sidang anak Oracle – Akhirnya kelompok itu dapat B rata.

Indrajani, S.Kom, M.M.

Dosen Oracle n jurusan SI. Salah satu yg paling ditakuti. Kl dpt dia, rasanya dpt A itu uda hampir ga da harapan dech. Bisa lulus aja kayanya uda seneng.. wkwk.. Dia sich nyidangnya sambil senyum2 gitu, tapi pertanyaannya ganas bgt, dan dia tuch ga ragu2 buat kasi nilai yg bener2 kecil abis. Dia pernah nyidang bareng Henry Antonius, trus bikin anak TI yang IPK 4 jd ga lulus sidang.. prestasi luar biasa buat dosen pembunuh.. wkwk… bener2 kejam abiz.

Henry Antonius E.W, S.Kom, M.M.

Kepala Layanan Operasional Akademis (skrg namanya uda ganti Inggris, jd gtw d namanya..wkwk), dosen SI dan juga mantan kepala Student Advisory Center (krn gue bekas mentor SAC selama bbrp taun, jd cukup kenal sm dia). Kepribadiannya tuch sebenernya biasa2 aja, kadang ngelucu, tp lebih sering jd pendiam. TAPI, kl dlm urusan sidang, org ini terkenal bgt suka ga lulusin org. Dia biasa nyidang anak2 SI, dan kaya td di atas uda gue bilang.. Oracle itu di bawah SI, jd ada kemungkinan ketemu dia. Gue sendiri ga pernah liat dia nyidang secara langsung, jd cm mendengar nama besarnya aja waktu nyidang org.. wkwk… ktnya sich dia bae kl ketemu anak2 yg skripsi di ATL (dia jg kerja di ATL kl ga salah). Well.. intinya kl sidang ketemu dia, berharap aja lulus dan jgn terlalu bnyk ngelawan.. wong yg ipk 4 aja bs ga lulus.. wkwk..

Suryadi Liawatimena, Pgdip.App.Sci., Dr.

Yg gue tau dia staff ATL. Biasa nongol kl sidang TI, terutama peminatan SE. Org ini katanya ga ragu2 buat gagalin kl dia anggap jelek, dan ktnya jg ga ragu2 buat ks A kl dianggap bagus. Jd rasanya cukup jarang ada yg dpt C, apalagi B. Tapi jangan seneng dulu, soalnya dia tuch jauh lebih sering buat org ga lulus drpd dikasi A. wkwk.. Tp kl aplikasi n penguasaan u bener2 jago, ya santai aja la.. Oiya, denger2 lagi ktnya dosen ini kl nanya nyolot gitu..wkwk.. blm cek kebenarannya sich..

Diaz D. Santika, Ir., M.Sc.

Dosen AI, tapi bs nyidang semua peminatan di TI. Orang yg smart n bener logikanya jalan. Dia biasanya ga gitu liat di program, tapi liatin bgt di penulisan. Dari abstrak aja uda ditegor kl ada yg salah. Kabar baiknya, dari yg nyidang sm dia (Setidaknya yang gue pernah liat n denger), blm ada yg ga lulus. Ya iya la, org sidangnya tuch bener2 kaya revisi doank. Jadi dia tunjukin kesalahan kita dimana trus suru revisi dech. Malahan, dia tuch kl nyidang bisa kaya ceramah di kelas.. wkwk.. jd pembicaraan 1 arah gitu, ga nanya tp malah terus2an ngejelasin. Default nilai dia B. Rasanya gue blm ketemu org yg dpt A ketemu dia. Biasanya antara B dan C.

Jarot S. Suroso, Ir., M.Eng.

Dosen tekom. Yg satu ini jg nyidangnya rada ngebosenin. Dia tuch default nilainya tadinya C, sampe ada yg protes ke kajur terus kayanya ditegor secara halus.. wkwk… Kayanya sejak itu defaultnya jd B dech.. wkwk.. Trus yg penting dr dia.. kl u org bimbingannya Gintoro (yg ATL), hati2 aja.. soalnya kayanya dia sentimen sm itu dosen. Temen gue ada yg aplikasi bagus bgt, trus waktu sidang tuch ga sampe setengah jam n ktnya bs jawab semua. Eh tau2 dikasi C rata.. pdhl tiga2nya aslab n emang jago2.. wkwk.. tapi sekali lagi, itu sebelum ada yg protes ke kajur..

Rudy Tjiptadi, Dipl. Ing

Yg 1 ini pernah jd dosen PTI sm tekom gue. Dosen senior. Kl ga salah lulusan Jerman. Orangnya tuch bae n biasanya kl di kelas ngasih nilai jg mantap. Cm 1 yg hrs diingat kl ketemu dia.. JGN NGELAWAN. Dia tuch ga suka bgt kl ada yg ngelawan. Gue inget dulu waktu ngajar gue, ada anak yg keras kepala, trus dia coret dr list nilai gitu.. wkwk.. serem abiz. Pokoknya kl disidang sm dia, kl dia bilang salah, terima aja. Bilang aja ntar revisi. Nah kl uda gitu biasanya lulus dech.. wkwk..

Saulus Silitonga, Drs., M.Sc.

Kl ga salah ngajar Kalkulus n itung2an yg laennya. Kl ketemu dia, bener2 sial dech. Dr semua dosen yg gue nonton waktu sidang, ga da yg separah dia. Biasanya dosen tuch kl ga tau materi ya nanyanya ga dalem2 amat, tp kl dosen ini.. uda ga tau materi, eh malah sok tau. Jadinya kaya dia buat teori sendiri.. beh.. nyebelin abiz.. Kl ketemu dia, ya mau ga mau hrs iktin apa maunya dia. Gue aja yg nonton sidang multimedia sampe rada panas, abisnya masa dia bilang ubah itu uda termasuk tambah n hapus… Ya ampun.. ubah itu update, PAK..  pengen gue teriakin gitu dech.. trus ada la bbrp pertanyaan laen yg bikin BT. Denger2 dari temen gue, malah ada teori AI yg dia salah tp sok tau gitu.. wkwk.. akhirnya ya yg disidang ngikut aja, drpd ntar malah ga dilulusin.

Tonny Halim, M.Kom

Ngajar DB. Denger2 dari temen gue yg dibimbing dia, dosen ini punya skill DB yg luar biasa. Mukanya sich kaya pelawak gitu, tapi katanya dulu waktu nyidang org itu termasuk killer. Cuma mungkin skrg uda bertobat, jd biasanya ks nilai C ato B. Persiapin semua ttg sistem, trutama ttg DB kl ketemu dia.

Suparto Darudiato, S.Kom, M.M.

Dosen Oracle. Biasa nyidang anak2 SI dan Oracle. Katanya dia & Win Ce ga suka bgt sm plagiator.. (Gara2 temen gue ngomong kl dia tuch bisa copy paste 1 paragraf u n dicari ke search engine, trus kl ketemu bakal dituduh plagiat.. gara2 itu jdnya gue cek ulang bab2 gue secara keseluruhan dan teori2 yg gue pake yg 80-90% nyontek dr skripsi org itu gue ganti minimal 1 kata di tiap paragraf.. sial dech..). Terkenal dosen killer jg. Nyerang sistem n DB tentu aja. Dosen ini cukup sering ga lulusin org. Tapi temen2 gue yg disidang dia sich kebanyakan dpt B.

Samuel Mahatmaputra Tedjojuwono, S.Kom., M.Info.Tech

Dosen penanggung jawab peminatan AI. Skill ngebantai dia lumayan mantap la.. gue sempet shock jg sama pertanyaan dia.. wkwkw.. tp walaupun ngebantai org, nilai dr dia tuch bae bgt dibanding hasil bantai dia. Mungkin 1 hal yg hrs diperhatikan (ga tau ini bener ato cuma rumor), biasanya kl disidang sama org2 yg kerja di jurusan (kajur, sekjur, dsb) bakalan lulus tapi bakal dibantai abis. Gitu.. Anyway, default nilai dari dia ini B, kdng2 kasih C. Jarang ks A. Kalimat pembunuh dia yg pernah gue denger: “Kl kalian ga bs tunjukin kelebihan skripsi kalian dibandingkan dengan kerja praktek ato minor project, brarti kalian blm pantas diluluskan dalam sidang S1!” – Anak2 yg disidang sampe akhir ga bisa nunjukin kelebihannya.. kalaupun menjawab, bakal dibalikin sama dia dengan kalimat “Itu di Kerja Praktek / Minor Project juga ada!” – Sidang anak Database – Akhirnya kelompok itu 1 orang dpt B, dan 2 org dpt C.

Yen Lina Prasetio, S.Kom, M.CompSc.

Dosen sistem multimedia, mantan penanggung jawab Software Engineering yg blm lama ini uda naik pangkat jadi SekJur. Orangnya bae bgt la.. friendly.. Kadang2 merasa sedikit lucu dengan dia yg sering bareng sm Samuel Mahatmaputa.. soalnya Samuel itu kan tinggi bgt, n Yen Lina ini ehmm.. gmn ya ngomongnya.. wkwkwk… yg pst jd keliatan kaya raksasa sm liliput.. wkwk.. Anyway.. Kl lagi nyidang, gue merasa yg 1 ini bener2 bae. Terkadang dia kasi pertanyaan yang dia sendiri kasi pilihan jawaban, cm mungkin kl ga perhatiin ga tau. Nilainya jg bae dech.. Defaultnya B, tp bs ks C. Biasanya dia ditemenin sm org jurusan jg. Jadi antara Fredy Purnomo (Kajur) ato Samuel Mahatmaputra.

Fredy Purnomo, S.Kom, M.Kom

Kepala jurusan TI. Punya skill programming yg cukup dewa. Suka dgn game programming. Master DB jg. (ya ga heran la bs jd kajur.. wkwk). Biasanya sich orgnya bae, tapi kadang2 kl mood dia lg jelek jdnya serem jg. Kl disidang sm dia, uda dipastikan bakal dibantai kayanya.. tp tetep lulus. Defaultnya C.

Johan, S.Kom, M.M.

Kepala jurusan SI. Skill bener2 mantap. Waktu nyidang temen gue anak SI, dosen ini bener2 garang. Skripsi yg kita buat walaupun tadinya keliatan keren, setelah ketemu dia jdnya ngerasa kaya sampah. Dia bener2 ngebantai abis. Mulai dr perusahaan, sistem, sampe ke detail2. Mengerikan la kl ketemu dia. Bayangin aja, ada 1 kejadian. Sebelum mulai sidang, kan suru absen, trus ada yg blm absen. Dia suru panggil trus ngomong “Kalian ini ngerti bahasa Indonesia ga?!”.. beh.. blm sidang aja uda digituin ya mentalnya jato la.. Emang parah yg 1 ini. Tapi tetep.. kl ketemu org jurusan biasanya lulus.. Default dia: C.

Idris Gautama So, SE., S.Kom., MM

Kepala jurusan Manajemen. Gue liat dia waktu nyidang temen gue yg SI-MN. (Sidang yang paling berkualitas yang pernah gue liat.. kedua dosen yg nyidang bener2 expert di bidangnya masing2.. krn SI-MN brarti yg 1 master SI, yg 1 master MN). Skill manajemen n pemasarannya uda ga diragukan lagi. Mantap sekali. Walaupun gitu, dia ga membuat skripsi kita jadi keliatan sampah (well.. kl kajur TI n SI sich agak mengerikan ya.. haha). Jadi yang dia bahas tuch bener2 permasalahan2 yang emang patut dipertanyakan, bkn masalah yg dicari2 buat ngebantai. Mungkin jg karena tanya2 mengenai masalah pemasaran dan bisnis, jadinya gue ngerasanya lebih realistis.. gtw jg dech. Default nilai antara B-C.

Win Ce, S.Kom, M.M.

Kepala Lab Software Binus Univ. Gue liat dia waktu sidang SI-MN. Skill analisis dia uda ga perlu diragukan lagi. Orang ini bener2 mempelajari skripsi u. Pertanyaan2 dia tuch bener2 detail ttg sistem u. Kl ada kesalahan pst keliatan sm dia. Mantap banget. Orangnya smart n sangat kritis. Untungnya, cara ngomongnya itu ga terlalu sadis, kl ga mah bakal tewas semua. Pertanyaan yg ditanya tuch bener2 berkualitas ttg sistem u. Jadi kl skripsi u bener2 berkualitas, ga usa takut kl ketemu dia, tapi kl skripsi u antara hidup dan mati, ya hati2 aja.. Default nilai: B-C.

Maukar Ir., M.M.

Dosen Tekom gue. Walaupun tampangnya rada sadis, tp orgnya lucu bgt. Cukup smart. Dia tuch biasa bakal nanya2 tentang penulisan u. Jarang msk ke sistem. Jadi ya pelajari yg bener aja penulisannya. Cara nyidang dia mirip Diaz, jadi kebanyakan tuch cm kasi tau hal2 buat revisi aja. Santai la. Default nilai: B.

Selain itu, msh ada bbrp dosen lain yg gue nonton tp uda lupa2 orgnya kaya gmn kalo nyidang. Contohnya: Roesdianto Roeslam(TI), Soebandijo(TI), Mohammad Yunus(TI), Diryuman(SI), ada juga dosen yg katanya cukup killer di SE terutama multimedia yg namanya Felix Octarianto.. yg untungnya waktu musim sidang gue ktnya lg ke luar negeri.. wkwk…

Nah, berikut gue kasi tips2 buat temen2 yg lg buat skripsi ataupun lg mau sidang:

1. Usahain cari perusahaan yg terkenal. Makin terkenal makin bagus. Soalnya sering bgt waktu sidang tuch ditanyain ttg perusahaan. Misalnya perusahaannya ngapain, cabangnya dimana aja, dsb. Nah kl perusahaan gede yg uda terkenal kan kemungkinan ditanya lebih kecil, dan yg paling penting, bisa naikin image dr skripsi kalian sendiri. Gue yakin bgt skripsi gue terbantu gara2 gue buat di Depkominfo.. haha..

2. Buat penulisan dengan serius, jangan terburu-buru, & usahain cek ulang bbrp kali. Jangan buat penulisan skripsi dengan sembarangan. Semua hrs ada urutannya. Teori yg ada di bab2 hrs dipake di bab3, rancangan di bab3 hrs dipake di bab4, simpulan di bab5 hrs diambil dr evaluasi di bab4 dan hrs menyelesaikan tujuan skripsi di bab1. Trus teori2 yg dipake di bab2 hrs ditulis bukunya di daftar pustaka. dsb. Trus usahain bgt supaya ga bnyk salah ketik, soalnya ktnya bnyk dosen yg terpancing nafsu membunuhnya kl liat bnyk salah ketik.. wkwk..

3. Usahain bgt jgn ngopy dr org laen, apalagi yg seangkatan… Yah.. mengingat ada bbrp dosen yg ga suka org2 yg nyontek.. sebut aja kaya Win Ce & Suparto. Jadi selalu buat sendiri.. walaupun ada dosen2 yg encourage buat nyontek aja di bab2 (teori), tapi mending ubah2 aja, walaupun cm 1 kata per paragraf.

4. Buat slide yg menarik. Ini saran doank sich. Kebetulan dosen pembimbing gue itu masternya multimedia, jd menurut dia slide itu hal yang penting. Buat slidenya itu skitar 13 slide aja. jgn kurang dr 7 n jgn kelebihan bgt jg. Trus slide itu ga perlu diisi detail sistem, cukup penjelasan umum dr skripsi u. Anggep aja yg nonton sidang u itu bkn org2 IT yg ngerti sistem u.. jd ga usa masukin uml / erd / std / yang laen sebagainya. Yg penting hrs ada penjelasan umum skripsi u ngapain, profil perusahaan, tujuan, manfaat, evaluasi trus simpulan n saran (ingat.. yg bener tuch simpulan, bkn kesimpulan!). Yang laennya ya msukin secara umum aja. Trus dlm 1 slide itu yg bnyk2 isinya. CUKUP INTINYA AJA. Detailnya cukup u jelasin, ga usa ditulis. Jadi kt dosen gue, kl si penguji tertarik sm slide u, dia bakal dengerin, tapi kl ngga, mendingan ga usa bnyk cerita.. apalagi kl u liat dia lg sibuk cari2 pertanyaan buat bantai u.. langsung aja baca garis besarnya trus skip skip skip.. wkwk…

5. Kalau lg sidang, jangan jadi org koleris. Jadilah org sanguinis.. ato minimal phlegmatis. Maksudnya gini: kl lg sidang tuch yg jd orang keras kepala ato mau supaya pendapat u diterima. Jadi orang yang santai aja. Kl disalahin ya blh ks argumen dikit, tapi kl uda dibales argumen sm si penguji, ya terima aja, jgn dibales lg. Trus usahain tingkatin PD setinggi2nya. Suara buat sebesar2nya. Soalnya gue pernah nonton dosen yg nyidang kalah suara sm yg disidang.. trus akhirnya dia nanya sambil nunduk gitu.. wkwkw.. gokil abiz. Tapi ya ga usa sampe segitunya sich, yg penting PD aja.

6. Jangan makan temen. Kl lg sidang tuch jgn sekali2 nyalahin apa yg temen u uda bilang. Kalaupun temen u salah jawab, bilang aja “saya ingin menambahkan yg disampaikan temen saya.. “.. itu jauh lebih mending drpd bilang “menurut saya.. hrsnya gini.. bla2..(tp ga sesuai sama sekali sm temen u)”. Jaga selalu kekompakan tim.

7. Kalau uda dpt A, jgn lupa bayarin gue makan ya.. wkwkwk..

Akhirnya selesai juga pembahasan ttg skripsi, sidang n dosen2 penguji.. *Whew.. Mudah2an bisa bermanfaat buat temen2.. (ato mungkin kondisinya skrg ya buat temen2 yg ganda dan ‘adik2′ angkatan bawah.. hehe.. sok tua gitu gue..wkwk..). Feel free buat kasih comment ya.


Hujan – Berkah atau Musibah?

•Maret 5, 2009 • & Komentar

Sebenarnya belakangan ini sudah mulai jarang turun hujan. Tapi, hari ini entah kenapa turun hujan yang besar sekali dan cukup lama di daerah rumahku. Hal ini membuatku ingin bercerita sedikit..

Dulu, waktu aku masih kecil (mungkin blm sekolah atau masih TK.. tahun 90an awal), aku suka sekali kalau hujan. Entah bagaimana, tapi bau hujan dan udara yang sejuk membuat suasana terasa menyenangkan sekali. Mungkin di kehidupan lampau, aku adalah orang yang banyak berurusan dengan hujan, kali? Haha..

Ketika mulai agak besar (mungkin skitar SD akhir atau SMP.. skitar tahun 2000an awal), perasaan seperti itu mulai hilang, tapi aku masih suka hujan. Biasanya, ketika hujan, aku suka naik ke lantai paling atas rumahku dan merenungkan segala sesuatu tentang kehidupan ini.. Ya, mungkin pemikiran yang cukup aneh untuk anak seumurku saat itu.

Biasanya aku akan berdiri sambil menyenderkan tanganku ke pagar, dan melihat ke luar.. Melihat rumah2, melihat langit, dan juga melihat hujan, ataupun melihat tanaman yang basah terkena hujan. Rasanya tenang sekali. Dan ketika masuk kembali ke dalam rumah (Lantai rumah yang paling atas itu utk jemur baju dan tanam bbrp tanaman), aku suka mengibaratkan dengan “berjalan dari kesejukan alam menuju kehangatan rumah”, karena waktu turun ke bawah, udara akan terasa hangat.

Namun, sekarang ini suasana lebih terasa berbeda.. mungkin sejak banjir besar yang melanda Jakarta di awal tahun 2000an. Sejak itu, walaupun aku masih sering melakukan hal ini, tapi sudah mulai jarang. Dan seringkali timbul perasaan was-was dan takut banjir akan terjadi kembali.

Daerah rumahku juga mulai berubah, kalau dulu rumah kami termasuk cukup tinggi, sekarang ini tetangga2ku, baik tetangga yang lama ataupun yang baru pindah, sudah banyak yang meninggikan rumah, membuat rumah kami menjadi terasa kecil. Sirkulasi udara dan cahaya pun tertutup oleh tembok tetangga, dan sudut pandang ketika berada di lantai atas pun menjadi jauh berkurang karena rumah tetangga.

Terkadang terasa cukup ironis, karena kami belum memiliki cukup uang untuk mengubah rumah yang setengah tembok dan setengah bilik ini menjadi rumah yang lebih bagus ataupun untuk membeli rumah di tempat lain.

Banyaknya populasi masyarakat di daerahku pun makin lama makin meningkat. Mungkin hal ini juga yang menyebabkan sering terjadi banjir di daerah ini. Apalagi salah satu tetanggaku juga merupakan tukang sablon, yang sering kurasa mengganggu dengan suara ketika membersihkan bahan sablon dengan air (termasuk skarang, saat aku menulis blog ini – Kamis, 5 Maret 2009 jam16.40an).

Kembali pada kejadian hari ini, tadi jam3an hujan deras disini. Dan sekarang ini sudah terbiasa sekali jika mendengar suara hujan, maka kami akan langsung merasa was-was dan mengawasi segala penjuru untuk mencari kalau2 ada yang bocor. Tapi karena hujannya lalu bertambah deras dan tidak berhenti2, maka mulai timbullah 1 ketakutan yang sekarang ini juga sering sekali terjadi.. banjir. Ketika aku memandang keluar dari pintu rumahku, dapat terdengar suara2 dari bbrp tetangga yang ribut entah mungkin karena bocor atau karena air sudah masuk rumah (termasuk di dalam rumahku sendiri). Dapat terlihat juga bbrp kecoa yang naik ke tembok2 rumah orang karena jalanan dan bbrp rumah sudah tergenang air.

Rumah kami sendiri boleh dikatakan sudah cukup dekat dengan masuknya air, namun masih beruntung karena bagian depan rumah agak tinggi, maka air tidak masuk sampai hujan mereda.

Ya, hujan yang dulu terasa seperti berkah bagiku, sekarang ini seringkali terasa seperti musibah yang akan melanda.. Entah sudah berapa banyak rumah dan daerah yang terlanda banjir karena hujan hari ini.

Hujan.. tetap sama dari jutaan tahun yang lalu.. tapi, lingkungan berubah.. menimbulkan persepsi yang berbeda pada diri kita.. Kuharap suatu hari, aku akan mampu merasa nyaman kembali dengan hujan deras..