Teknologi.. Kemajuan atau Kemunduran Komunikasi?


Kontroversi ga ya judulnya? Abisnya kadang2 kita mengalami kasus-kasus dimana teknologi itu rasanya koq malah bikin hidup jadi aneh. Coba ya kita liat dari contoh di bawah nanti.

Pertama-tama, kita lihat dulu penjelasan resmi tentang apa itu teknologi. Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

tek·no·lo·gi /téknologi/ n 1 metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; 2keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia;

Dalam hal ini mungkin gue lebih menyorot pada teknologi di bidang ICT (Information and communication technologies). Apa saja yang termasuk di teknologi ini? Antara lain ya komputer, laptop, netbook, handphone, smart phone, dan juga gadget-gadget yang belakangan ini terkenal banget, kaya ipad sama blackberry (BB).

Nilai positif yang dibawa oleh teknologi ini tentunya sudah tidak diragukan lagi. Orang-orang yang dulunya harus susah payah kalau mau komunikasi bisa jadi jauh lebih nyaman dan mudah untuk berkomunikasi karena adanya teknologi ini. Berbagai fitur-fitur dapat membuat kita mudah sekali berinteraksi dengan orang di mana saja.

Rasanya sekarang jarak sudah tidak menjadi masalah. Kita yang tinggal di Jakarta dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang bukan hanya tinggal di Jakarta, melainkan juga orang-orang dari daerah lain dan bahkan dari negara lain. Semua itu dimungkinkan dengan adanya teknologi.

Namun, apa benar teknologi itu berpengaruh positif ke komunikasi? Coba sekarang ini perhatiin sekeliling kalian (untuk yang lagi di tempat umum). Pasti ada saja yang lagi pegang handphone, entah untuk sms, bbm-an (blackberry messenger-an), denger musik, telepon, bahkan ada juga yang sekedar megang handphone gara-gara ga muat ditaruh di kantong >.<

Yang begini ini terjadi bisa dimana saja. Mulai dari rumah, sekolah, kantor, tempat makan, sampai di dalam busway juga begitu. Yah kalau di tempat yang memang sendiri dan membosankan sich ga apa-apa juga. Tapi coba dech perhatiin.. berapa banyak yang waktu lagi ngumpul bareng, bukannya ngobrol, tapi malah asyik nengok bawah sambil jari mijit-mijit handphone? Yang lebih lucu lagi, kadang-kadang orang yang lagi duduk berhadapan, ngobrolnya bukan pakai mulut, tapi pakai jari. Kadang kalau kita di kelas atau di kantor, ingin mengobrol dengan teman di samping juga tidak bisa, gara-gara mereka asyik sendiri main handphone. Rasanya kehidupan dimana manusia berbicara dengan mulut lama-lama berubah. Mereka jadi berbicara dengan memakai jari.

Jadi bisa dilihat bahwa teknologi bisa memberi kemajuan tapi juga memberi kemunduran dalam komunikasi. Kita termasuk yang  mana? Silakan ditentukan sendiri. Harapan saya sich agar meskipun kita sering berada di cyber space, tapi jangan lupa bahwa kita juga hidup di real space. Tempatkanlah teknologi sesuai dengan tempatnya, dan tempatkanlah diri kita dengan baik. Seimbangkanlah antara kehidupan dunia maya dan dunia asli🙂

~ by desmaster on July 24, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: