Resource Management


Berikut ini adalah refleksi minggu ke-3 dari kelas T100 Univ. Ciputra Entrepreneurship Online (UCEO):

Sewaktu kita mengembangkan usaha kecil menengah (UKM), ada 4 hal yang harus kita perhatikan:

T100 Strategi Berbasis Sumber Daya - Whidya Utami.mp4_snapshot_01.19_[2014.03.14_14.42.39]

Bisnis itu awalnya memang susah, tapi semakin sering dan lama kita menjalankan, akan terasa semakin mudah. Supaya bisa mengembangkan bisnis, kita perlu memiliki visi, misi, dan target. Dari yang saya pernah pelajari sewaktu kuliah, secara strategic itu kita perlu membuat visi -> misi -> objektif -> implementasi -> evaluasi, dan pada setiap tahap, kita juga perlu melakukan revisi ketika diperlukan.

Kita perlu memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan untuk bisnis. Biasanya kalau kita mencampur keuangan tersebut, ujung-ujungnya kita sendiri yang akan kerepotan. Belum lama ini, saya sempat dijelaskan mengenai ide bisnis teman saya. Waktu itu ia menjelaskan demi mendapatkan modal untuk bisnis ini, ia akan menjalankan bisnis yang lain. Bisnis ini rencananya mau dikerjakan berdua, tapi bisnisnya yang lain itu 100% pekerjaannya. Saya jadi bingung karena jadinya kedua bisnis ini tercampur, ujung-ujungnya nanti pasti tidak akan beres. Hal ini sesuai dengan teori bahwa keuangan pribadi ataupun keuangan dari bisnis yang lain harus dipisahkan dari keuangan 1 bisnis.

 

Ingat juga bahwa Profit = Revenue – Cost

Keuntungan kita berasal dari pendapatan dikurangi pengeluaran. Jadi untuk mendapat keuntungan semaksimal mungkin, kita cari pendapatan yang sebesar mungkin, dan kita buat pengeluaran kita sekecil mungkin.

 

ABBA = Amati, Bertanya, Berdiskusi, dan Analisa

Dengan melakukan ABBA, kita bisa lebih mengerti apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen kita.

Pelajaran dari ibu Martha Tilaar yang saya dapatkan adalah semua bisnis dimulai dari bisnis yang kecil, baru nantinya bisa dikembangkan.

Prinsip yang digunakan oleh ibu Martha Tilaar adalah DJIITU.

T100 Memanfaatkan kekayaan dan Alam Nusantara - Martha Tilaar.mp4_snapshot_07.20_[2014.03.17_01.26.41]

 

Untuk bisa melakukan satu transformasi, kita perlu memiliki 3 hal:

1. Intensity

2. Focus

3. Consistence

Supaya bisa sukses, kita perlu tahu know how dari suatu bisnis.

 

Entrepreneur juga harus berpikir secara efektual, bukan kausal. Apabila berpikir secara kausal, itu diibaratkan kita mau membuat soto, lalu kita mencari bahan-bahan, dan apabila kurang, kita beli keluar. Apabila berpikir secara efektual, kita melihat di dapur ada bahan apa, lalu kita buat makanan dengan bahan tersebut.

Sebagai entrepreneur kita sebisa mungkin harus kreatif dan pandai memanfaatkan apa yang kita miliki.

Ada 5 prinsip efektuasi:

1. Bird in Hand

Yaitu kita harus mengetahui siapa diri kita, apa yang bisa kita lakukan, dan siapa saja yang kita kenal.

2. Affordable Loss

Sejauh mana kita siap menanggung kerugian. Entrepreneur harus siap rugi, akan tetapi harus memperhitungkan juga kerugiannya, jangan sampai ketika sudah rugi lalu tidak bisa bangkit kembali.

3. Lemonade Principle

Kalau hidup memberikan kita lemon yang kecut, kita buat jadi lemonade yang enak diminum. Maksudnya, kalau kita punya permasalahan, sebisa mungkin kita ubah permasalahan tersebut menjadi peluang.

4. Crazy Quilt

Kita harus bisa menghubungkan orang-orang dan channel-channel yang kita miliki sehingga bisa membuat sesuatu yang hebat.

5. Pilot in the Plane

Kita anggap hidup kita adalah pesawat dan kita pilotnya. Kita harus bisa mengarahkan kemana tujuan kita.

 

Sekian cuap-cuap saya pekan ini, semoga bermanfaat.

~ by desmaster on March 18, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: