Risk Management


Berikut adalah refleksi materi Minggu ke-5 kelas online T100 Ciputra UCEO. Selamat membaca!

Dalam hidup kita selalu ada yang namanya risiko. Ketika kita makan ikan, ada risiko tertusuk duri ikan. Ketika kita berjalan, ada risiko tersandung karena kulit pisang (biasa kalau di film-film seperti itu, tapi rasanya di kenyataan belum pernah ketemu orang jatuh karena kulit pisang). Berikut beberapa fakta unik tentang kemungkinan-kemungkinan pada manusia: T100 Risk Management 1 - Teddy Saputra.mp4_snapshot_08.07_[2014.03.27_12.49.40]

Bayangkan dalam hidup kita saja risiko dari yang kecil sampai yang besar itu ada, apalagi di bisnis. Tidak ada bisnis tanpa risiko. Lalu muncul pertanyaan: mengapa orang berani mengambil risiko? Jawabannya adalah karena mereka mengenal risiko. Tentunya ada orang-orang yang nekat melakukan sesuatu tanpa memikirkan risiko, tapi orang seperti itu apabila sukses hanyalah dari kebetulan. Biasanya orang yang sukses adalah orang yang sudah mengetahui berbagai macam risiko yang mungkin terjadi dan bersiap mengantisipasinya.

Seringkali saya mendengar orang-orang yang berkata kita tidak usah terlalu banyak berpikir apabila mau bisnis, “hajar aja!”. Dari pengalaman saya bertemu dengan beberapa orang yang seperti ini, biasanya mereka semangat di awal dengan ide-ide yang besar, tapi nanti di tengah-tengah ketika mempersiapkan bisnis malah moodnya hilang, atau kadang malah ada yang sudah sampai beli bahan untuk melakukan sesuatu, tapi lalu ditinggal saja tanpa kejelasan. Istilahnya seperti soda. Waktu kita buka kaleng soda, nanti akan bunyi pssstttt di awal, tapi setelah itu hilang, tidak ada reaksi selanjutnya. Tentunya ini bukan tindakan seorang entrepreneur.

Entrepreneur is a calculated risk taker. Seorang entrepreneur bukan ingin menghindari risiko, tapi bukan juga menerjang risiko tanpa perhitungan. Semua risiko akan diperkirakan, sehingga ketika entrepreneur membuat bisnis, bisa menghindari risiko-risiko itu.

Risiko itu perlu di-manage. Untuk me-manage, ada proses-proses yang perlu dilakukan, yaitu seperti gambar di bawah ini:

T100 Risk Management 3 - Teddy Saputra.mp4_snapshot_02.15_[2014.03.27_16.30.35]

Kita perlu mengidentifikasi risiko, setelah itu mengevaluasi dan mengukur risiko, baru kita bisa mengelola risiko.

Cara mengelola risiko juga ada beberapa, yaitu: penghindaran, ditahan, diversifikasi, transfer risiko, pengendalian risiko, dan pendanaan risiko.

T100 Risk Management 3 - Teddy Saputra.mp4_snapshot_08.29_[2014.03.28_07.27.52]

 

Untuk mengendalikan risiko, ada strategi yang dinamakan VIP:

1. Verifikasi

2. Ikut sertakan orang lain

3. Pemesanan & Pembayaran di muka

Sehingga strategi yang digabungkan dengan materi beberapa minggu terakhir adalah seperti ini:

T100 Mengindentifikasi Peluang dari Pelanggan untuk Bertumbuh (4).mp4_snapshot_04.50_[2014.03.28_09.23.22]

 

Perlu kita ketahui bahwa untuk meningkatkan profit ada 3 cara, yaitu:

1. Meningkatkan harga

2. Efisiensi

3. Menjual lebih banyak

Karena sekali lagi profit itu didapat dari revenue yang dikurangi cost.

Lalu ada 3 cara untuk mengembangkan usaha:

1. Perbanyak jumlah pelanggan

2. Tingkatkan frekuensi pembelian

3. Tingkatkan jumlah unit yang dijual

Cukup sekian untuk minggu ini. Semoga bermanfaat🙂

 

 

 

~ by desmaster on April 2, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: