Yuk Kita Ketahui Lebih Banyak Tentang Bangka – Part I


Sudah lamaaaaa sekali saya tidak posting di blog ini karena kesibukan (baca: malas). Kali ini saya akan menulis sesuatu yang menurut saya cukup menarik, yaitu tentang Bangka. Postingan ini berdasarkan perjalanan saya ke Pulau Bangka dari 23-28 Juni 2015. Isinya sangat subjektif berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya ya, sepenuhnya opini. Kebanyakan isinya akan berupa perbandingan antara kondisi di Bangka dan di Jakarta.

Untuk memudahkan dalam menjelaskan, saya akan membuat beberapa kategori dari pengamatan. Silakan dibaca😀

Pengantar

Pulau Bangka terletak di wilayah Selatan Pulau Sumatera, di provinsi Bangka Belitung. Dari Pulau Bangka ini kita bisa naik kapal laut menuju ke Pulau Belitung ataupun Kota Palembang di Pulau Sumatera. Ibukota provinsi Babel sendiri terletak di kota Pangkalpinang di Pulau Bangka.

Kalau kita naik pesawat ke Pulau Bangka, kita akan mendarat di Bandara Depati Amir. Bandara ini terletak di Kota Pangkalpinang. Ini sedikit gambaran yang terlihat kalau kita mendarat di Bandara Depati Amir:

Bandara Depati Amir

Selamat Datang di Bandara Depati Amir

 

Lalu Lintas dan Transportasi

 

– Tidak ada /jarang ada angkutan umum

Pada umumnya orang-orang yang tinggal di Pulau Bangka akan memiliki kendaraan sendiri, entah itu motor ataupun mobil. Saya tidak menemukan adanya angkutan umum yang bisa dinaiki dengan mudah. Kalau kita baru keluar dari bandara, ada banyak sekali orang yang menawarkan jasa taksi. Rasanya itu salah satu tempat di mana kita bisa benar-benar pergi ke tempat lain dengan kendaraan yang bukan milik pribadi. Kadang terlihat juga ada mobil transportasi antar kota, dan itupun tidak banyak. Dengar-dengar katanya ada juga penyewaan motor dan mobil.

 

– Lurus selalu menang dibanding yang berbelok

Sesuai dengan peraturan lalu lintas yang sebenarnya, jika kita sedang berkendara lurus, maka kendaraan yang ingin berbelok ke sisi kita ataupun mau masuk melewati jalur kita, harus memprioritaskan kendaraan kita. Di Jakarta, ini jarang terjadi, biasanya semua menganut sistem siapa cepat dia dapat. Di Bangka, hampir di semua tempat (kecuali Pangkalpinang, dimana biasanya ada juga orang-orang yang berkendara seperti orang Jakarta), pengendara yang ingin masuk jalur kita akan menunggu sampai benar-benar tidak ada kendaraan.

Namun, jeleknya adalah, apabila kita bergaya Jakarta dan masuk ke jalur tanpa menunggu kosong, atau karena merasa harus lewat “mumpung ada kesempatan”, akan beresiko untuk tertabrak. Kendaraan-kendaraan di sini banyak yang tidak mengerem meskipun kita masuk ke jalur mereka, atau istilah teman di Bangka: “Banyak yang tidak pakai mata”.

Contoh Kasus Lalu Lintas

Contoh Kasus Lalu Lintas

Di gambar atas, kita bisa lihat simulasinya dari gambaran ms paint saya yang “luar biasa”:

1. B naik kendaraan lurus, A ingin masuk ke jalur B. A harus menunggu sampai B lewat, barulah A lewat.

2. A ngeyel ingin menyerobot masuk ke jalur B tanpa menunggu B lewat. Kemungkinan yang terjadi adalah B tidak mengurangi kecepatan, akibatnya kemungkinan A akan tertabrak.

 

– Hanya ada 1 jalan utama dari kota ke kota

Satu hal yang sangat menarik dari Pulau Bangka itu adalah jalanannya, dimana apabila kita ingin pergi dari katakanlah Pangkalpinang ke Sungailiat, ataupun Sungailiat ke Belinyu, semuanya itu hanya perlu mengikuti 1 jalan utama yang cukup lebar. Tidak perlu belok ke jalan lain, kecuali apabila kita ingin ke tujuan tertentu. Tidak perlu takut nyasar karena jalanan utama sangat mudah diikuti. Tidak ada lampu merah selain di kota. Dari kota ke kota, kita akan melewati banyak sekali kabupaten, tapi asal kita sudah tahu kota tujuan kita, tinggal ikuti jalan dan kita akan sampai. (Saya hanya mengetahui rute Pangkalpinang sampai Belinyu, jadi tidak tahu apakah berlaku juga untuk rute lain.)

Jika kita mau ke tempat wisata tertentu, barulah kita perlu mengetahui di mana kita harus belok, atau bisa juga kita tanyakan ke masyarakat sekitar.

 

– Kebanyakan tempat cukup aman

Banyak motor yang main taruh helm di jok motor, ataupun di spion, tanpa diikat. Kebanyakan tempat seperti ini, kecuali di tempat yang benar-benar ramai, baru kadang-kadang diamankan.

 

– Pom bensin TIDAK 24 jam

Tidak seperti kondisi di Jakarta, ternyata kalau sudah malam, pom bensin kota-kota di Bangka tutup. Jadi pom bensin dibuka waktu jam kerja. Saya tidak tahu pastinya jam berapa buka tutupnya, tapi yang pasti setelah jam 7 malam, waktu itu saya cari pom bensin sudah tutup. Sisakan bensin kendaraan ya, jangan sampai kehabisan, apalagi kalau pas pom bensin ditutup.

Satu lagi yang saya alami adalah, ketika mengisi bensin di sini, sering sekali nominalnya dibulatkan ke atas. Jadi misalnya kita isi penuh Rp44.200,00 lalu kita beri uang Rp50.000,00, bisa jadi akan dikembalikan Rp5.000,00 saja. (atau Rp5.500,00 bila beruntung). Akan lebih baik bila kita sudah bisa memperkirakan mengisi berapa, agar bisa dibalikkan dengan uang yang bulat. Kalau di Jakarta, biasanya dari pengalaman saya itu justru kelebihan akan dibulatkan ke bawah, jadi kalau Rp44.200,00 akan dianggap hanya Rp44.000,00. Dalam hal ini, Jakarta lebih baik dibanding Bangka.

 

– Tidak ada macet, jarak kota ke kota jauh

Karena jumlah penduduk tidak terlalu banyak (jauh sekali bila dibandingkan Jakarta), jadi hampir tidak pernah ada kemacetan baik di dalam kota maupun di luar. Satu-satunya yang membuat kemacetan itu adalah kalau sedang lampu merah, dan lampu merah ini adanya hanya di kota.

Walaupun tidak ada kemacetan, tapi jarak dari 1 kota ke kota lainnya sebenarnya jauh. Rata-rata jarak 1 kota ke kota lainnya kalau kita naik motor bisa 1 jam lewat (kecepatan 50-70an km/h). Ingat, ini tanpa macet sama sekali, lho. Jalanan utamanya sudah diaspal, jadi sebagian besar jalan bisa dilewati dengan cukup baik.

 

– Hati-hati terhadap binatang

Di beberapa jalan yang agak kecil terutama di luar jalur utama, terkadang ada binatang seperti anjing yang menyeberang jalan. Bahkan ada juga di jalan, saya lihat ada mayat ular kecil yang gepeng karena dilindas.

 

Suhu Udara

Bila dibandingkan dengan Jakarta, jelas suhu udara di Bangka ini jauh lebih panas. Cukup panas untuk membuat kulit kita jadi gosong kalau tidak menggunakan sun screen. Kalau berkendara dengan motor ataupun berjalan kaki, sangat disarankan menggunakan jaket, sarung tangan, dan apapun yang bisa digunakan untuk menutupi kulit kita dari paparan langsung matahari.

Hasil Naik Motor dari Sungailiat ke Belinyu Tanpa Sarung Tangan

Hasil Naik Motor dari Sungailiat ke Belinyu Tanpa Sarung Tangan

 

Masyarakat

Memasuki satu wilayah yang berbeda, tentunya akan ada kebiasaan, tradisi, maupun keunikan dari masyarakat yang tinggal di daerah itu. Saya tulis ya beberapa yang kelihatan unik:

– Sifat

Orang-orang Bangka yang saya lihat (entah ini berlaku untuk semua orang Bangka atau memang pas saja saya ketemu yang seperti ini), pada umumnya mereka ramah (seperti orang Indonesia lainnya), dan mereka suka becanda ketika berbicara, terutama sesama orang Bangka. Kalau ke saya yang orang Jakarta, karena mereka merasa saya sulit mengerti bahasanya, jadi tidak terlalu kelihatan becanda.

– Bahasa

Normalnya orang-orang di Bangka akan berbicara dengan menggunakan bahasa Bangka dan juga bahasa Khe untuk orang-orang chinese di sana. Bahasa Bangka itu sebenarnya bahasanya merupakan campuran bahasa Indonesia dengan sedikit bahasa Khe, tapi yang membuat unik adalah intonasinya. Logat orang-orang Bangka ketika berbicara itu akan sangat sulit dimengerti oleh orang Jakarta, kecuali kalau memang mereka memelankan cara berbicaranya, atau berusaha membuatnya jelas.

Waktu saya di sana, saya dengar dua orang Bangka berbincang di depan saya, dan mereka sebenarnya berbicara bahasanya itu Indonesia tapi logat Bangka, dan saya tidak mengerti sama sekali mereka berbincang apa >.<

Satu hal yang perlu dipelajari kalau ke Bangka itu adalah terima kasih banyak versi Bangka: Sinmung toto (ini rasanya hasil asimilasi dari bahasa Khe).

Sinmung Toto

Sinmung Toto

 

– Pekerjaan

Walaupun di kota-kota ada banyak jenis pekerjaan, namun kalau kita perhatikan di daerah Bangka terutama wilayah kabupaten dan pedesaan, umumnya ada 3 jenis pekerjaan yang banyak dilakukan:

1. Pertambangan

Ada banyak sekali lokasi tambang timah (namanya  juga pulau timah), dan banyak penduduk yang bekerja baik sebagai penambang, pengolahan, dan lain sebagainya.

2. Peternakan

Banyak juga masyarakat yang beternak, baik itu ayam, sapi, babi, dan lain sebagainya. Mereka juga suka memelihara binatang, terutama anjing, karena dianggap bisa menjaga rumah.

3. Perkebunan

Mudah sekali terlihat di daerah pedesaan, ada banyak hutan dimana-mana, dan orang Bangka mengetahui banyak hal tentang perkebunan. Teman saya sendiri bisa menyebutkan jenis tanaman dari sekali lihat, dan bisa mengetahui perbedaan antar tanaman, sedangkan bagi saya, semua itu namanya ‘tanaman’ saja :3

Bahkan bagi mereka yang punya perkebunan, bisa menganggap tanaman-tanaman itu seperti peliharaan. Contohnya balik lagi, teman saya, bisa menyebutkan tanaman A yang ini umurnya sudah berapa tahun, tanaman yang ini sudah lama tidak berbuah, yang ini dulu tingginya segini, dst.

Ini sangat unik, dan membuat kita bahwa mereka kelihatannya jauh lebih menghargai alam dibandingkan dengan orang-orang yang tinggal di kota besar… seperti saya (kalau kasih contoh orang lain, nanti tersinggung hehe).

 

– Waktu Pacaran

Kalau pasangan-pasangan muda di Jakarta pacaran di hari Sabtu dan Minggu (terutama malam Minggu), pasangan-pasangan yang sedang berpacaran di Bangka biasanya memilih Sabtu malam dan Rabu malam. What? Seminggu pacaran 2x? betul! Kenapa hari Rabu? hmm.. berdasarkan analisa teman, mungkin karena rabu itu ada di pertengahan minggu? Mungkin pasangan tidak tahan kalau kelamaan tidak ketemuan? haha who knows…

 

– Jam Aktif

Di Bangka, pada umumnya, jam 7 malam itu sudah mulai sepi dan gelap, walaupun tetap masih ada aktivitas. Tapi kondisi ini tidak berlaku untuk hari Rabu dan Sabtu, karena alasan di poin sebelumnya itu.

 

Tempat-tempat Penting

– Hotel

Pada umumnya, hotel-hotel yang ada di Bangka ini ada 2 “kasta”. Ada hotel-hotel yang sangat elit, bintang 4 atau 5, tapi ada juga hotel-hotel yang sangat minimalis, seperti hotel bintang 1. Jadi kalau jalan ke Bangka, silakan pilih yang mana yang sesuai. Hotel bintang 1 yang saya tempati itu sekitar Rp200.000-Rp250.000 per malam untuk 2 orang (atau mungkin kalau mau dipepet lebih banyak orang, feeling saya mungkin tidak dimarahi juga).

Berhati-hatilah ketika tinggal di hotel-hotel bintang 1 ini. Ketika saya pergi ke Bangka, itu sedang suasana puasa, dan saya tidak puasa, jadi saya perlu breakfast. Walaupun hotelnya menyatakan ada breakfast, tapi tanyakan lebih detail sebelum booking. Pengalaman saya, ada 1 tempat menginap yang waktu saya tanyakan tentang makan pagi, resepsionisnya bilang kokinya sedang tidak ada, dan memang kondisi sedang puasa. Jadi? Makan paginya ternyata  diberi mi instan di dalam cup… baiklah…

 

– Tempat Wisata

Kebanyakan tempat wisata di Pulau Bangka kalau saya lihat itu ada 2, yaitu pantai dan tempat wisata religi. (ada juga tempat lain seperti Museum Timah dan Bangka Botanical Garden). Ini penjelasannya:

1. Museum Timah

Lokasinya ada di Kota Pangkalpinang. Mudah dicapai, tempatnya juga sepi terutama di hari biasa. Waktu saya pergi ke sini, rombongan saya adalah satu-satunya pengunjung di museum ini. Bahkan penjaganya tidak terlihat, kemungkinan sedang bersantai di luar museum karena panas. Jadi, kami benar-benar self-service di dalam museum.

Isi museumnya ya segala sesuatu yang berhubungan dengan timah, mau itu alat tambangnya, bentuknya, sampai sejarahnya. Karena saya pribadi bukan tipe-tipe yang benar-benar pecinta museum, jadi berasanya kurang menarik. Untuk orang lain mungkin menarik ya… hehe.

Museum Timah Indonesia

Museum Timah Indonesia

 

2. Bangka Botanical Garden

Daerah taman dan hutan yang cukup luas. Kalau jalan kaki sih bisa-bisa nyasar. Di tempat ini ada banyak sekali pohon dan tanaman (pastinya), ada tempat memancing, ada banyak sapi perah yang bisa diberi makan “rumput kejujuran”. Jadi kita ambil rumputnya, dan kita masukkan uang untuk biaya rumput, tanpa pengawas, semua tergantung kejujuran kita.

 

Bangka Botanical Garden

Bangka Botanical Garden

 

3. Pantai

Ada sangat banyak pantai di Bangka, baik yang terkenal maupun yang benar-benar terpencil. Saya akan cerita beberapa yang saya kunjungi:

 

3.1. Pantai Pasir Padi

Pantai Pasir Padi letaknya ini tidak jauh dari Pangkalpinang. Pantainya luas dan sepi (mungkin karena saya ke sana sudah dekat-dekat buka puasa). Banyak tempat makan juga di pantai ini, seperti restoran Aroma Laut (Nanti dibahas di bagian tempat makan). Lumayan kalau mau nongkrong menikmati suasana, akan tetapi jangan sampai malam ya, karena jalanan ke kota kan agak lumayan kalau gelap.

Pantai Pasir Padi

Pantai Pasir Padi

 

3.2. Pantai Tikus

Pantai Tikus ini tidak terlalu jauh dari Kota Sungailiat, dan ada 1 Vihara bernama Puri Tri Agung yang katanya awal tahun 2015 ini baru dibuka. (Untuk viharanya nanti kita bahas di bagian tempat ibadah). Sepertinya ada jalan untuk menuju ke pantai, tapi waktu itu saya hanya ke daerah itu di bagian dekat vihara saja.

Pantai Tikus

Pantai Tikus

 

3.3. Pantai Penyusuk

Tidak sampai 1 jam dari kota Belinyu, kita bisa menemukan Pantai Penyusuk. Banyak batu-batu yang besar di pantai ini. Ada juga jasa untuk mengantar dari Pantai Penyusuk ke pulau lain dekat pantai ini (kalau tidak salah sih Pulau Lampu).

Pantai Penyusuk ini cukup menarik untuk bersantai, tapi saran saya jangan datang siang-siang. Pengalaman saya datang siang-siang itu panassssnyaaa luarrrrrr biasaaa. Oh iya, biaya masuk Pantai Penyusuk ini Rp1.000,00- per orang.

Pantai Penyusuk

Pantai Penyusuk

 

3.4 Pantai Pangkul

Pantai yang benar-benar sepi dan terpencil yang terletak cukup dekat dari kota Koba. Kelihatannya hanya penduduk di sekitar sini yang jalan-jalan ke Pantai Pangkul. Bisa juga terlihat nelayan-nelayan yang sedang menjala ikan di pinggir laut. Kalau kita beli langsung dari nelayan, harganya akan jauh lebih murah dibandingkan dengan di pasar, dan pastinya lebih fresh.

Pantai Pangkul

Pantai Pangkul

 

4. Tempat Wisata Religi

Bangka adalah satu tempat wisata multikultur. Ada banyak tempat ibadah dari agama-agama yang berbeda di sini. Saya tidak pergi ke semua tempat wisata, jadi hanya beberapa yang akan saya ceritakan di sini:

4.1. Kelenteng Dewi Laut

Kelenteng Dewi Laut ini terletak di daerah dekat kota Pangkalpinang (saya tidak tahu masih masuk di dalam kota atau sudah di luar kotanya, tapi yang pasti masih di sekitar sana). Di bagian depan kelenteng terdapat patung dari 12 shio. Dari pengamatan saya, biasanya kelenteng-kelenteng yang ada itu tidak terlalu besar (tidak terlalu banyak patung dewa), tapi jumlah kelenteng sendiri di Pulau Bangka cukup banyak, bahkan di jalan-jalan terkadang kita bisa menemukan tempat seperti kelenteng kecil untuk dewa tertentu.

Kelenteng Dewi Laut

Kelenteng Dewi Laut

 

4.2. Pura Penataran Agung

Sebenarnya saya tidak tahu pasti nama Pura ini, tapi tadi hasil google katanya Pura ini namanya Pura Penataran Agung. Kalau kata teman Bangka, biasanya disebutnya Pura Hindu saja. Arsitekturnya bergaya Hindu Bali. Cukup unik, namun sayangnya saya tidak bisa masuk ke dalam karena memang ditutup, entah karena saya kesorean (sampai di sana sekitar jam 4 sore lewat), atau karena memang tidak dibuka.

Pura Penataran Agung

Pura Penataran Agung

Siluet Pura

Siluet Pura

 

4.3. Vihara Puri Tri Agung

Vihara ini merupakan satu vihara yang baru saja dibuka awal tahun ini (Januari 2015). Lokasinya ada di Pantai Tikus, dekat Kota Sungailiat. Dari vihara ini, kita bisa melihat dengan jelas laut yang kelihatan indah. Di dalam vihara sendiri ada 3 patung berukuran raksasa, yaitu patung Buddha, Lao zi, dan Confusius yang melambangkan aliran Tridharma. (Sayangnya tidak boleh foto di dalam vihara).

Vihara Puri Tri Agung

Vihara Puri Tri Agung

 

4.4. Gua Maria

Berbeda dengan tempat-tempat wisata lain yang kebanyakan harus naik kendaraan cukup jauh, Gua Maria ini letaknya di dalam kota Belinyu itu sendiri. Dari jalan, tidak terlihat seperti gua, karena ternyata guanya sendiri terletak di bagian belakang tempat ini. Di bagian depan, kelihatannya ada sekolah.

Cerita singkat dari Gua Maria ini berdasarkan yang saya dengar dari suster yang menjaga, dikatakan dulu ada Pastor yang ingin membuat tempat ibadah ini, dan sudah 3x mimpi yang sama tentang masih ada batu yang terkubur. Akhirnya dilakukan penggalian, dan ditemukan 2 buah batu yang bentuknya mirip tangan yang sedang berdoa.

Gua Maria ini suasananya cukup enak untuk jalan-jalan, karena memang ada banyak pohon, menjadikan suasananya nyaman.

 

Gua Maria

Gua Maria

4.5 Kelenteng Sip Sam Fun

Lokasinya ada di dekat kota Pangkalpinang. Halaman di kelenteng ini juga luas seperti tempat wisata di Bangka lainnya. Cukup menarik untuk dikunjungi sore-sore ketika suasana sedang adem.

 

Kelenteng Sip Sam Fun

Kelenteng Sip Sam Fun

 

5. Tempat Makan

Ini dia tempat yang sudah pasti dicari-cari oleh para turis, terutama yang ingin wisata kuliner. Berikut saya informasikan beberapa tempat makan yang sudah saya kunjungi selama di Bangka:

 

5.1. Restoran Aroma Laut

Terletak di Pantai Pasir Padi. Restorannya ini sendiri konsepnya sangat unik, yaitu sesuatu dengan motonya: “makan di atas kapal. Restorannya dibuat di atas kapal (bukan kapal yang masih berfungsi, tapi sudah jadi bangunan restorannya). Jenis makanan yang dijual adalah seafood, dengan harga yang boleh dibilang tergolong sangat premium dengan standar di Bangka.

Kebetulan waktu saya makan di sana, itu sedang jam buka puasa, jadi disajikan takjil gratis. Lumayan…

Restoran Aroma Laut

Restoran Aroma Laut

 

5.2 Waroeng Kopi & Roti Panggang Tung Tau

Ada 2 Tung Tau di Bangka, yaitu di Sungailiat dan juga Pangkalpinang. Sepertinya yang di Sungailiat itu pusatnya. Kopi Tung Tau sendiri sudah ada sejak 1938, dan kalau saya tidak salah, adalah kedai kopi tertua di Bangka. Saya sendiri pergi ke Tung Tau di Sungailiat. Tempatnya bergaya bangunan tua dan tidak besar. Harga di tempat ini juga bersahabat. Kopi susu hanya Rp10.000,00- dan Roti panggang nanas coklat Rp15.000,00- Cukup oke untuk nongkrong di sore hari.

Waroeng Kopi Tung Tau

Waroeng Kopi Tung Tau

Kopi Susu & Roti Nanas Coklat

Kopi Susu & Roti Nanas Coklat

*Mohon maaf kalau blur… maklum kamera HP murah meriah.. hehe

 

5.3. Rumah Makan Liong Ki

Rumah makan chinese food yang terletak di kota Sungailiat. Harga makanan cukup standar mengingat porsinya lumayan banyak. Akan lebih enak kalau makan di sini ramai-ramai. Restoran ini chinese food ya, jadi tidak halal, dan salah satu makanan yang terkenal dari Bangka itu kan memang yang mengandung daging babi. Silakan dicoba bagi yang bukan muslim😀

Menu Rumah Makan Liong Ki

Menu Rumah Makan Liong Ki

 

5.4. Otak-otak Belinyu

Kalau ditanya makanan khas Bangka itu apa? Salah satu yang paling terkenal adalah otak-otak. Lalu kota mana di Bangka yang paling terkenal otak-otaknya? Kota Belinyu. Ini tidak spesifik menunjukkan 1 rumah makan, karena ada beberapa tempat yang menjual otak-otak, tapi yang pasti, kalau ke Belinyu, carilah otak-otak, harganya juga hanya 2 ribu per otak-otak.

Otak-otak Belinyu Beserta Berbagai Macam Saus

Otak-otak Belinyu Beserta Berbagai Macam Saus

 

5.5. Pauw’s Kopitiam

Terletak di Sungailiat. Tempatnya cukup luas. Berbeda dengan kebanyakan kedai kopi yang lebih cocok untuk nongkrong sambil makan snack, kedai kopi ini menyediakan makanan berat. Harganya juga murah.  Kopi O Rp8.000,00- dan nasi tim Rp25.000,00-

Pauw's Kopitiam's Food

Pauw’s Kopitiam’s Food

 

5.6. Jimmy Restaurant

Rumah makan chinese food yang terletak tidak jauh dari kota Sungailiat. Kita bisa mencoba berbagai macam makanan chinese dan juga seafood di sini. Tempatnya cukup luas, bahkan kelihatannya bisa disewa untuk acara resepsi pernikahan. Harganya tidak terlalu murah, tapi karena porsinya untuk keluarga, jadi cukup lumayan. Saya sendiri memesan menu tupai goreng bumbu, satu makanan yang saya belum pernah makan seumur-umur.

Jimmy Restaurant

Jimmy Restaurant

 

5.7. Waroeng Mie Koba Iskandar

Sebenarnya ada banyak warung Mie Koba, akan tetapi katanya ini salah satu yang paling terkenal di Pangkalpinang, jadi kami kunjungi. Harga mie cukup bersahabat, yaitu Rp12.000,00- tapi porsinya agak kurang bersahabat… cukup untuk wanita yang mau diet, kelihatannya.

Warung Mie Koba Iskandar

Warung Mie Koba Iskandar

Penampakan Mie Koba

Penampakan Mie Koba

 

5.8. Es Anggrek

Tempat es ini adalah salah satu (atau mungkin yang tertua) di Pangkalpinang. Minuman yang paling terkenal tentunya adalah Es Anggrek, sesuai dengan nama tempat ini. Saya pribadi kurang merasa tempat ini spesial, karena es seperti ini walaupun tidak sama persis, tapi bisa dijumpai di Jakarta. Harganya di sini juga cukup mahal, yaitu Rp25.000,00- tapi kalau belum pernah coba, boleh juga dicoba ke sini.

Es Anggrek

Es Anggrek

 

5.9. Lada Hitam

Rumah makan di Pangkalpinang. Bukan ciri khas kota Bangka, namun cukup ramai di Pangkalpinang, karena menyajikan steak (yang menurut saya tidak termasuk kategori steak) dengan harga murah. Cukup banyak didatangi terutama oleh anak-anak muda di kota ini.

Menu Lada Hitam

Menu Lada Hitam

 

5.10. Kedai Toa

Tempat nongkrong dan ngemil di kota Pangkalpinang. (Dari tulisan-tulisan di atas, sudah terlihat kalau saya suka nongkrong di kedai kopi). Harga di tempat ini cukup oke juga. Kopi O Rp7.000,00- dan pisang bakar ice cream Rp18.000,00-

Kopi O & Pisang Goreng Ice Cream @ Kedai Toa

Kopi O & Pisang Bakar Ice Cream @ Kedai Toa

 

6. Tempat Oleh-oleh

Nah, setelah tadi kita sudah berkunjung ke banyak tempat makan, seperti biasa, namanya turis pasti nanti banyak yang minta oleh-oleh. Di kota Pangkapinang, ada 1 tempat untuk membeli oleh-oleh yang sangat saya rekomendasikan. Nama tempatnya itu Pusat Oleh-oleh & Makanan Khas Bangka LCK. Di sini kita bisa menemukan banyak oleh-oleh khas Bangka. Antara lain yang saya beli adalah kerupuk, kemplang, madu, dan gantungan kunci. Ada juga baju, sambal, dan lain-lain kalau kita mau cari oleh-oleh di sini. Toko ini juga membungkus segala oleh-oleh dengan sangat rapi, sudah ada kardus khusus, dan mereka ada mesin khusus untuk mengikat kardus tersebut. Selain itu, di tempat ini juga ada JNE, jadi kalau kita punya teman di Bangka dan mau minta oleh-oleh, tinggal minta beli di sini dan kirim lewat JNE.

Pusat Oleh-oleh LCK

Pusat Oleh-oleh LCK

 

Mitos

Terdapat beberapa mitos dan kepercayaan yang cukup menarik apabila kita ingin membaur di pulau Bangka. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Tidak boleh menolak makanan yang ditawarkan

Istilahnya itu kepunen / pamali. Apabila ada yang menawarkan makanan, kita harus menerimanya, walaupun katakanlah cuma makan sedikit. Hal ini berbeda dengan kebiasaan saya yang suka ga enakan kalau ditawarkan sesuatu. Kalau kita menolak yang ditawarkan, perjalanan kita bisa kena masalah, entah itu kecelakaan ataupun hal buruk lainnya. Jadi jangan menolak ya, siap-siap berat badan bertambah hahaha.

Mari kita coba analisa dari sisi logika:

Perkiraan saya, mungkin ini dikarenakan kalau kita menolak makanan, nantinya kita kelaparan, dan kalau kelaparan di jalan nanti tidak konsen jadi bisa kecelakaan.

  • Tidak boleh mencari kopi

Kalau kita mencari kopi, dan tidak menemukan, bisa kepunen juga. Kalau kita cari dan memang menemukan kopi, tidak ada masalah. Saya termasuk pecinta kopi, jadi lumayan sering di sana bilang: “kita ngopi yuk..” dan untungnya selalu dapat kopi yang dicari, jadi aman.

Mari kita coba analisa dari sisi logika:

Kalau kita mencari kopi kan kemungkinan berarti kita mengantuk, dan kalau mengantuk tapi tidak dapat kopi, bisa bahaya perjalanan kita.

  • Tidak boleh bilang makanan enak

Katanya kalau kita bilang suatu makanan itu enak, nantinya kita bisa sakit perut. Untungnya lagi, saya terbiasa mengatakan “lumayan” kalau ditanya tentang rasa makanan… haha.

Mari kita coba analisa dari sisi logika:

Kemungkinannya kalau makanan enak, kita jadi ingin makan terus. Nantinya kalau makan kebanyakan, kan bisa sakit perut.

  • Tidak boleh memetik jeruk asam / jeruk kunci dan juga cabai (untuk wanita yang sedang “berhalangan”)

Ini entah mitos atau benar, karena menurut teman saya, memang hal ini bisa kejadian. Bahkan, orang-orang yang bekerja di perkebunan bisa mengetahui apabila suatu tanaman mati ataupun buah yang selanjutnya jadi jelek karena dipetik wanita yang sedang “berhalangan”.

Logikanya? Saya tidak paham. Mungkin para ahli botani bisa menjelaskan😀

Nah, saudara-saudari pembaca… panjang ya kayanya postnya dari awal.. hehe. Semoga bisa membantu dalam perjalanan di Pulau Bangka. Ingat, sepert kata pepatah: “Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.” Selalu ikuti apa yang menjadi kebiasaan di daerah yang kita kunjungi, agar perjalanan kita bisa menjadi lancar dan menyenangkan.

~ by desmaster on August 3, 2015.

2 Responses to “Yuk Kita Ketahui Lebih Banyak Tentang Bangka – Part I”

  1. apa benar bahwa martabak bangka itu justru bukan dari bangka katanya? jadi penasaran dengan bangka

    • Nah, saya juga kurang tahu tuh… kalau yang aslinya banget sih dari daerah Arab. Kalau di Indonesia kan sudah kecampur-campur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: