Agen Perubahan – Suatu Mimpi

•September 12, 2016 • Leave a Comment

Pada suatu mimpi…

Saya dan 2 orang teman sedang berlibur ke satu negara di Amerika Selatan. Siang hari ketika sedang makan es, kami lihat ada remaja lokal yang menjambret tas dari satu ibu hamil. Kami menangkap orang itu, tapi sadar bahwa di negara tersebut tidak ada hukum yang kuat untuk menahan anak di bawah umur. Jadilah kami menyuruhnya membuat surat pernyataan tidak akan melakukan hal itu lagi, walaupun dalam hati sudah tahu tidak berguna.

Setelah itu kami pergi ke kantor polisi. Saya lapor ke kepala polisi yang jabatannya sangat tinggi. Pembicaraannya kira-kira seperti ini:

“Pak, keamanan harus terjamin dong, itu sangat penting untuk warga.”

“Kami sibuk, apalagi dengan festival yang sedang berlangsung. Banyak hal teknis yang harus kami kerjakan untuk acara, bukan hanya keamanan.”

Lho, di negara kami, pekerjaan-pekerjaan teknis itu diserahkan ke mahasiswa saja. Buat apa polisi urusin pekerjaan yang tidak nyambung? Jumlah polisi kan terbatas, mana bisa urus semua.”

Ia terdiam. Saya lalu melanjutkan…

“Saya ngerti sistem yang ada itu memang seperti sekarang. Untuk bisa merubah ini, memang dibutuhkan agen perubahan. Kita harus berani melakukan sesuatu yang berbeda, jangan hanya ikut-ikut aja.”

Polisi itu berpikir dengan serius. Saya mengerti bahwa ia memikirkan bahayanya menjadi orang yang berbeda.

“Jangan takut untuk melakukan sesuatu yang benar. Di negara saya pun orang yang melakukan perubahan seringkali menjalani hidup yang berbahaya, bahkan banyak yang kehilangan nyawa. Tapi jangan takut! Kalaupun Bapak nanti mati karena membela hal yang benar, itu adalah mati demi perjuangan. Bapak akan melakukan perubahan. Apalagi sebagai prajurit, adalah satu kebanggaan bisa gugur membela apa yang diyakini. Bila Bapak gugur, ide yang Bapak perjuangkan akan diteruskan oleh orang-orang lain…”

akhir dari mimpi

12 September 2016 pagi

Yuk Kita Ketahui Lebih Banyak Tentang Bangka – Part II

•August 4, 2016 • Leave a Comment

Kita berjumpa lagi di tulisan tentang Bangka… Jadi ceritanya Juni 2016 ini saya pergi lagi ke Bangka, setelah pertama kali pergi di tahun lalu (bisa lihat detailnya di sini). Pada perjalanan kali ini, saya memperhatikan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Saya mempelajari lebih banyak tentang penduduk lokal, kebiasaan-kebiasaan mereka, adat mereka, dsb. Penduduk lokal yang saya amati pun bukan dari semua penduduk, tapi khusus untuk warga suku Tionghoa yang ada di Bangka (karena saya banyak menghabiskan waktu dengan mereka). Seperti postingan saya sebelumnya, tulisan ini isinya murni adalah hasil pengamatan saya saja, jadi mohon maaf kalau ternyata ada banyak perbedaan dengan yang biasa dialami. Mohon jangan tersinggung ya…

 

Sifat Suku Tionghoa Bangka

Again, saya tidak tahu apakah ini berlaku untuk semua suku Tionghoa di Bangka, atau hanya khusus berlaku untuk orang-orang yang kebetulan saya temui, atau malah berlaku untuk semua warga etnis lainnya di Bangka. Jadi, silakan dibaca dengan santai.

  • Sugar & Coffee

Ada kebiasaan di antara warga Bangka, yaitu meminum kopi. Warga di sini minum kopi hampir setiap hari… Saya sendiri selama berada di Bangka juga selalu ditawarkan kopi setiap harinya, dan karena saya suka dengan kopi, jadi enjoy saja… *seruput kopi*

Saya sendiri bukan pencinta (fun fact: menurut KBBI, yang benar itu pencinta, bukan pecinta) manis, dan kalau saya minum kopi itu cukup ditambahkan sedikit gula sudah cukup… dari pengalaman di kopitiam-kopitiam yang pernah saya kunjungi, kalau pesan kopi susu, itu akan terlalu manis untuk saya, karena susu kentalnya terlalu banyak. Anyway, koq jadi ngelantur ke sana ya?

Orang-orang Bangka adalah pencinta kopi manis. Gula yang digunakan untuk 1 gelas kopi cukup banyak, mungkin bisa beberapa sendok gula. Lalu, menariknya lagi, pada umumnya orang yang meminum kopi itu adalah para lelaki, tidak banyak wanita yang minum kopi. Namun, biasanya para lelaki tidak membuat kopi sendiri, melainkan dibuatkan oleh para wanita. Saya sebagai kaum Adam malas merasa sangat dimanjakan dengan kebiasaan ini. *seruput kopi imaginer… *

Merek kopi yang khas Bangka dan cukup mudah didapatkan di banyak tempat adalah merek kopi Kingkong.

Kopi Kingkong

Kopi Kingkong

  • Makan, makan, dan makan

Rasanya ini adalah hal umum yang sering dilakukan di banyak daerah, bukan hanya di Bangka. Ketika ada keluarga ataupun tamu yang datang ke rumah, hampir selalu ditawari makan, kecuali kalau memang kebetulan tidak ada makanan… tapi itu jarang terjadi. Makanannya sendiri bisa dari makanan ringan seperti kue-kuean, sampai makanan berat.

Para wanita di Bangka, baik yang masih muda maupun yang sudah berumur, pada umumnya bisa masak. Saya tidak tahu apakah para lelaki bisa masak juga atau tidak karena pada umumnya wanita yang memasak di dapur.

Warga Bangka keturunan Tionghoa sendiri cukup terkenal di sana untuk urusan membuat kue. Banyak sekali dari mereka yang ahli dalam membuat kue. Resepnya pun ada yang memang diwariskan turun-temurun, selain belajar dari sumber-sumber lainnya. So kesimpulannya, kalau mau makan enak, main-mainlah ke Bangka.

  • Kebiasaan berkumpul

Keluarga di sini suka berkumpul. Hubungan di dalam keluarga sangat dekat. Mungkin bila mereka diminta menyebutkan teman terbaiknya, mereka akan menyebutkan nama saudara kandung ataupun sepupu. Ini beda dengan di Jakarta, dimana banyak anak yang lebih bergaul dengan teman dibanding keluarga.

Satu hal yang menarik ketika keluarga besar di Bangka berkumpul adalah mereka akan membentuk 2 kelompok. Ibu-ibu dan wanita akan berkumpul di dapur… ngobrol-ngobrol ataupun sambil melakukan aktivitas seperti memasak atau sekadar duduk-duduk, Sedangkan bapak-bapak dan para lelaki akan berkumpul di bagian depan rumah, ngobrol-ngobrol sambil minum kopi, merokok, atau bisa juga minum bir (untuk 17 tahun ke atas saja ya!). Sangat jarang ditemukan bapak-bapak dan ibu-ibu ini berkumpul ramai-ramai di 1 tempat untuk jangka waktu yang lama.

  • Kendaraan

Kendaraan umum masih sangat sulit ditemui di Bangka. Tahun 2015 ketika saya pergi ke sini, hanya ada kendaraan antar kota. Tahun ini, sudah mulai terlihat mobil biru taksi Blue Bird di jalan-jalan, walaupun masih jarang.

Dengan sedikitnya kendaraan umum, maka alternatif kendaraan yang digunakan oleh warga di sini adalah motor dan mobil pribadi. Jangan heran kalau lihat dari anak muda sampai orang yang sudah berumur, laki-laki dan perempuan, hampir semua bisa naik motor (walaupun belum tentu semua mengendarai dengan “benar”).

  • Hobi

Banyak laki-laki di Bangka yang memiliki hobi yang unik dan tidak dapat dilakukan di Jakarta, yaitu berburu. Hal ini bisa dilakukan karena di wilayah Bangka masih terdapat banyak hutan-hutan. Biasanya mereka akan perlu berburu ketika tidak bekerja, atau ketika weekend.

Perburuan dilakukan bisa di dalam 1 hari, atau kadang-kadang dilakukan juga sampai berhari-hari menginap di hutan. Ada 2 target hewan utama yang menjadi buruan, yaitu tupai dan juga babi hutan. Mereka menggunakan senapan angin dan juga perangkap-perangkap untuk menangkap buruan tersebut. (Promo lagi: jangan lupa baca bagian pertama post saya di Bangka di sini, ada pengalaman saya makan daging tupai).

Hasil dari perburuan sendiri seringkali digunakan sebagai makanan untuk keluarga mereka. Ada pula yang menjualnya ke pasar. Namun, tetap tujuan utama mereka adalah bukan untuk mencari makanan ataupun uang, melainkan untuk hobi.

Pengaruh yang mudah terlihat adalah karena mereka sering keluar masuk hutan, maka terbentuk otot alami. Jadi, jangan heran kalau ada orang-orang yang bahkan cukup berumur tapi memiliki badan yang kekar berotot (tentunya bukan tipe otot yang hanya untuk tampilan, tapi benar-benar otot untuk digunakan).

  • Bahasa dan Gaya Bicara

Pada postingan saya sebelumnya, saya sempat membahas mengenai ini. Kali ini, karena saya tinggal di sana lebih lama dan lebih dekat dengan orang-orang Bangka, maka saya tahu jauh lebih banyak.

Kondisi pertama yang saya sekarang sadari adalah kebanyakan orang Bangka yang belum pernah keluar dari pulau Bangka, akan cukup kesulitan dalam berbicara bahasa Indonesia. Saya sering sekali tidak mengetahui apa yang dibicarakan oleh orang-orang Bangka, walaupun kelihatannya seperti bahasa Indonesia, dan mereka pun sangat sulit untuk mengerti apa yang saya bicarakan dalam bahasa Indonesia… jadi orang yang bawel banyak bicara ini mau tidak mau jadi orang pendiam.

Kesulitan bahasa ini lebih banyak terjadi apabila berbicara dengan keluarga chinese, sebab untuk orang-orang Melayu, bahasanya masih lebih nyambung, walaupun tetap berbeda.

…and of course, almost all of the people that I met there can’t speak English… at all…

Bahasa lainnya yang digunakan di sana adalah bahasa dialek Khek dan juga mandarin, atau bisa juga campuran semuanya, yaitu bahasa Bangka, bahasa Melayu, dan bahasa Khek.. nah kalau sudah seperti ini, seperti kata anak-anak muda zaman sekarang… GGWP (Good Game Well Played).

Lalu gaya bicara mereka juga cukup unik. Kalau berbicara dengan keluarga, terkadang mereka bisa berbicara yang menurut saya sangat pelan pada keluarga. Uniknya lagi, tetap bisa didengar dan dibalas pembicaraan tersebut, walaupun berbeda ruangan.

Kondisi yang bisa membuat pusing adalah kalau keluarga atau teman-teman atau siapapun orang-orang dalam jumlah yang cukup banyak sudah berkumpul. Mereka akan berbicara dengan volume yang WOW… seperti berteriak. Kalau hanya satu-dua orang saja yang berbicara keras, masih tidak apa-apa… tapi ini kondisinya adalah, bisa-bisa semua berbicara seperti itu di dalam rumah… terutama para wanita. Jangan-jangan ini alasan kalau sedang berkumpul, para lelaki memilih berkumpul di luar rumah. Saya saja pusing lama-lama di dalam rumah… haha…

 

  • Mandi

Saya sudah pernah cerita kalau di Bangka ini panassssss (S-nya diperbanyak agar lebih dingin #garing). Udara yang panas, tentunya mudah gerah dan berkeringat. Kalau sudah begitu, cara nyamannya adalah…? Benar sekali! Mandi. Orang-orang di sini bisa sering sekali mandi, bisa 2x, 3x, 4x,… dalam sehari. Hmm.. alasannya memang cukup jelas, masuk akal.

  • Rajin Membersihkan Rumah

Kalau saya sedang di kamar kos, rasanya jarang sekali menyapu… mungkin beberapa bulan sekali, kalau benar-benar merasa kotor. (tapi saya laki-laki malas dan berantakan, jadi tidak bisa dijadikan standar). Uniknya, orang-orang Bangka, dalam hal ini para wanita, rajin sekali membersihkan rumah. Mereka menyapu setidaknya 2x dalam 1 hari. Bahkan kalau sedang ada acara, bisa-bisa setiap agak sepi sedikit di rumah, langsung disapu. Mengepel juga sering dilakukan. Luar biasa lah kalau untuk urusan membersihkan lantai.

 

Adat Pernikahan Suku Tionghoa Bangka

Satu keberuntungan bagi saya ketika berada di sini adalah bisa melihat secara langsung prosesi dan adat pernikahan suku Tionghoa Bangka. Dari pengamatan saya, ada 3 bagian utama dari pernikahan, yaitu seserahan (sang jit), pernikahannya sendiri, dan pengantin wanita pulang ke rumah (con cau).

  • Sang jit

Ini adalah satu prosesi yang hampir selalu ada di acara pernikahan orang-orang Tionghoa. Keluarga calon mempelai pria akan datang untuk memberikan seserahan kepada keluarga calon mempelai wanita. Kegiatan ini dilakukan pada hari-hari sebelum pernikahan. Pada acara yang saya ikuti, sang jit dilakukan 1 hari sebelum pernikahan.

Dalam acara ini, para keluarga yang dituakan dari keluarga pria akan datang ke rumah wanita, tapi sang calon mempelai pria sendiri tidak ikut. Mereka kemudian memberikan seserahan yang ditaruh di nampan ke keluarga wanita yang juga dituakan.

Ada 6 nampan yang digunakan untuk acara ini, dimana masing-masing isinya adalah:

– Pakaian

– Buah-buahan

– Makanan

– Daging

– Peralatan sembahyang

– Kosmetik

Ini fotonya:

Seserahan Sangjit

Seserahan Sangjit

Perbedaan utama antara seserahan yang dilakukan di Bangka dengan yang biasa di Jakarta adalah mereka menggunakan ayam yang masih hidup… Gak percaya? Coba lihat foto ini:

Ayam Seserahan

Ayam Seserahan

2 ekor ayam hidup dan huge pork knuckles! Setahu saya, biasanya kalau di Jakarta hanya pakai daging kalengan saja (supaya mudah juga). Personally, saya merasa kasihan dengan ayam-ayam itu yang sudah sangat kepanasan karena berada di kantong plastik selama acara, dan setelah acara… disembelih pula.

Acara belum selesai. Walaupun pihak wanita diberikan seserahan-seserahan tersebut, namun sesuai tradisi, 1/2 dari semua seserahan tersebut harus dikembalikan lagi ke pihak pria. Pada acara ini, tentunya disediakan makanan untuk semua tamu yang hadir.

  • The Wedding

Dimulai dari perginya keluarga besar wanita ke rumah keluarga besar pria. Pada tahap ini, ada 1 tradisi yang rasanya sudah tidak dilakukan di Jakarta, yaitu keluarga wanita akan membawa bermacam-macam barang, seperti koper isi baju keluarga wanita, lalu ada juga ayam hidup (lagi…. tapi kali ini katanya ayamnya dipelihara… yay!), dan lain-lain (baca: tidak ingat).

Untuk pembawa barang-barang tersebut kali ini tidak perlu yang dituakan. Bahkan, saya juga di-outsource untuk bantu bawa koper… haha. Barang-barang tersebut kemudian akan diterima oleh keluarga pria. Kenapa barang-barang wanita dibawa ke sini? Karena si mempelai wanita tidak boleh pulang lagi ke rumah keluarganya setelah menikah, sampai nanti waktunya pulang ke rumah (ada perayaan juga untuk pulangnya mempelai wanita ke rumah).

Setelah itu ada prosesi mempelai pria bertemu dengan mempelai wanita. Belakangan, saya baru tahu ternyata katanya yang belum menikah seharusnya tidak boleh melihat prosesi tersebut… and I did… hopefully i won’t die old and alone… lol

Kebiasaan unik lainnya adalah pada umumnya orang-orang di Bangka membuat pesta pernikahan pada rumah mereka masing-masing. Pekarangan rumah mereka luas, jadi tinggal dibuat tenda, panggung, dll. Berbeda dengan di kota-kota besar, dimana orang-orang berusaha membuat resepsi pernikahan di tempat yang semewah mungkin, apabila pernikahan di Bangka diselenggarakan di hotel, itu tidak dipandang sebagai orang yang kaya. Pilihannya pada umumnya ada 2 alasan, yaitu (1) keluarga tinggal di tempat yang tidak punya halaman luas, sehingga harus menyewa gedung, atau (2) keluarga terlalu malas membersihkan halaman rumah setelah acara. So… sebisa mungkin buatlah acara di rumah sendiri kalau tinggal di Bangka.

Makanan pun tersedia seharian, dari pagi sampai malam, namun tamu undangan biasanya akan mulai berdatangan dari sore hari. Ada live music juga lho…. dangdutan… haha. Selain itu bisa juga putar lagu dari CD, atau bagi tamu yang ingin ber-karaoke, silakan saja.

Makanan Resepsi

Makanan Resepsi

Nah terlihat di gambar atas itu makanan-makanannya yang berjejer (di meja jauh), ada juga minuman, dan di ujung jauh sana ada penyanyi. Satu lagi kebiasaan unik orang-orang Bangka adalah mereka suka membungkus meja dan juga makanan dengan kertas coklat seperti pada gambar (sepertinya ada nama kertas ini… tapi saya lupa).

Setelah selesai kumpul-kumpul keluarga di rumah keluarga pria, maka keluarga wanita pun pulang ke rumah keluarga wanita, kecuali mempelai wanita, yang tetap di sana untuk acara tuang teh (te pai) ke keluarga pria. Acara kemudian berlanjut di rumah keluarga wanita, di mana pengantin kembali ke rumah wanita, lalu sembahyang dan tuang teh (te pai) ke keluarga wanita.

Selesai dari rumah keluarga wanita, barulah acara dilanjutkan ke tempat ibadah, dimana pengantin mengikuti prosesi religi dan juga disahkan secara hukum. Inilah momen ketika mempelai resmi menjadi suami istri.

Acara kemudian dilanjutkan kembali ke rumah mempelai pria, dimana resepsi pernikahan diadakan. Tamu bahkan sudah mulai berdatangan dari jam 3 sore. Berapakah tamu yang diundang untuk acara pernikahan? Kalau di Jakarta mungkin 300 orang, ada juga yang 500 orang. Di sini? Undangan yang disebar itu >500 undangan, dan tamu yang hadir biasanya tidak sendiri, dan bukan cuma mengajak pasangan, terkadang ada yang mengajak teman, bahkan ada yang bisa datang lebih dari 5 orang. Waktu resepsi yang panjang, membuat tamu bebas datang dan pergi kapan saja, tidak perlu mengikuti acara sampai selesai.

  • Con Cau

Begini detail ceritanya sesuai dengan yang saya lihat dan dengar:

Pengantin wanita, sejak hari menikah, harus tinggal bersama pengantin pria. 3 hari kemudian, barulah pengantin wanita pulang ke rumah keluarganya. 3 hari itu hitungannya mulai dari hari pernikahan, jadi kalau menikah Sabtu, berarti pulang ke rumah hari Senin. Kalau Minggu berarti Selasa, dst.

Pengantin pria dan wanita datang ke rumah keluarga wanita di pagi hari. Tentunya, di rumah ini sudah disediakan makanan lagi untuk menyambut mereka dan tamu-tamu. Pada siang hari, mempelai wanita harus pergi lagi dari rumah… don’t ask me why... Setelah itu, baru malamnya balik lagi, dan diperbolehkan menginap kalau mau.

Selesailah pembahasan tentang pernikahan.

 

Tempat Wisata

Biarpun tidak sempat ke banyak tempat karena memantau pernikahan, tapi apalah jadinya jalan-jalan tanpa pergi ke tempat wisata. Ini beberapa tempat wisata yang saya pergi, dan belum dibahas pada post sebelumnya:

  • Pantai Tapak Hantu

Pantai yang sangat indah. Cukup banyak pohon dan bebatuan. Perjalanan ke tempat ini kurang lebih memakan waktu 30 menit dari Pangkalpinang. Air laut sedang berada dalam kondisi surut ketika saya pergi ke sana. Kalau mau berfoto-foto yang menarik, bisa coba kunjungi pantai ini.

Pantai Tapak Hantu

Pantai Tapak Hantu

  • Fathin San

Vihara ini terletak kurang lebih 30 menit dari kota Sungailiat. Bersiaplah untuk membawa kendaraan mendaki ketinggian yang cukup ekstrim. Vihara ini terletak di bukit, yang artinya kita akan terus menanjak. Jam buka vihara sampai pukul 5 sore, akan tetapi dari jam 4 saja sudah tidak diperbolehkan masuk, karena bisa-bisa tidak sempat turun pada jam 5. Saran saya, ketika hujan, jangan pergi ke tempat ini, karena jalanannya akan menjadi sangat lengket (Like they said, experience is the best teacher).

Gerbang Fathin San

Gerbang Fathin San

Sebenarnya dari gerbang bawah ini, tidak terlalu jauh sampai ke vihara, tapi karena jalanannya mendaki dan dilewati dengan kendaraan, harus berhati-hati.

Setelah sampai di vihara, kita bisa naik ke bukit. Jangan takut jalanan yang rusak, karena jalanan di bukit ini sudah dibuat tangga. Di bukit itu sendiri, kita bisa sembahyang, dan pergi ke beberapa tempat yang pemandangannya cukup menarik. Bisa melihat kota dari ketinggian.

Tangga di Fathin San

Tangga di Fathin San

Pemandangan di Puncak Fathin San

Pemandangan di Puncak Fathin San

Sesuatu yang menarik perhatian saya di tempat ini adalah ketika saya lihat buah yang dijadikan persembahan “dinikmati” oleh makhluk lainnya.

Buah di Fathin San

Buah di Fathin San

Saya suka melihat bekas gigitan tupai dan juga semut-semut yang makan buah-buahan tersebut. Buah-buahan seperti ini ternyata bisa membuat makhluk lain berbahagia🙂

  • Vihara Dewi Kwan Im / Sumur Kwan Im

Berlokasi di dekat Sungailiat, banyak yang menyebut tempat ini sebagai vihara, tapi ada juga yang menyebutnya sebagai sumur, karena nantinya dikatakan akan dibangun tempat ibadah agama-agama lainnya.

Katanya, Titiek Puspa dulu sering datang ke tempat ini untuk mandi karena airnya berkhasiat untuk menjaga kecantikan. Selain itu, ada 1 lokasi di mana kita bisa berdoa lalu melempar koin. Katanya kalau koinnya mendarat di tengah, tidak jatuh ke air, maka keinginan kita akan terkabul.

Tempat Lempar Koin di Sumur Kwan Im

Tempat Lempar Koin di Sumur Kwan Im

Merek-merek Lokal

Untuk menutup tulisan saya ini, akan saya tuliskan beberapa merek lokal Bangka yang sangat terkenal di Bangka, tapi mungkin jarang terdengar di tempat lain.

  • Kopi Kingkong

Sudah diceritakan ya mengenai kopi ini di bagian atas. Lebih baik tidak diceritakan lebih lanjut, nanti dibilang promosi pula hahaha.

  • Bolesa

Kalau air mineral di tempat-tempat lain biasanya merek Aqua, Ades, 2Tang, dll., merek yang paling banyak digunakan dan paling umum terlihat dimana-mana di Bangka yaitu merek Bolesa.

Air Minum Bolesa

Air Minum Bolesa

  • BES Cinema

Nah kalau di kota-kota besar ada XXI, 21cineplex, Blitz Megaplex… di Bangka, hanya ada 1 bioskop, dan itupun baru dibuka di tahun 2016 ini. Namanya adalah BES Cinema. Silakan nonton bioskop di sini… hehe

Iklan BES Cinema di Koran

Iklan BES Cinema di Koran

 

Makaaaaa berakhir sudah post saya kali ini. Thanks for reading! Kalau ada yang punya pendapat, komentar, saran, kritik, dll., silakan komentar..😀

Bookgasm!

•May 1, 2016 • 2 Comments

poster-02.jpg

Teman-teman belakangan ini mungkin sering lihat poster di atas… entah di-share oleh teman yang lain, dari sosial media, atau juga dari TV. Saya penasaran juga sebenarnya ini event yang seunik apa ya sampai heboh begini.

I am not a book lover. Saya tipe yang online depan laptop jauh lebih sering dibandingkan duduk tenang membaca buku. Masih banyak buku yang belum dibaca di lemari (hampir semua dari pemberian orang dan hadiah). Jadi, kepikirannya kalaupun pergi ke event ini, mungkin hanya lihat-lihat saja.

30 April 2016 kemarin saya pergi ke sana mengingat lokasinya tidak terlalu jauh dari kos dan terutama bisa ajak teman-teman kos (kalau sendirian malasnyaaaa haha). Kebetulan sekali memang lagi diajak nongkrong, jadi sekalian saya keluarkan jurus rayu-rayu bujuk-bujuk supaya sekalian jalan ke sana.

Sesuai dengan apa yang dikatakan posternya, berikut kelebihannya:

  • Masuk gratis
  • Tanggal 30 April 2016 dan juga 5 Mei 2016 itu dibuka NONSTOP
  • Diskon menarik
  • Terbesar di Indonesia?

Kelebihan-kelebihan itu sudah cukup kelihatannya untuk menarik orang-orang datang ke lokasi. Saya sendiri datang dengan teman-teman itu sekitar jam 11 malam, sampai ditanya teman:

“Yakin jam segini masih buka?

“Iya, 24 jam nonstop.”

Perjalanan ke ICE itu sepi. Maklum, daerah BSD di wilayah ICE memang belum ramai, dan saya tidak menyarankan untuk yang mau malam-malam ke sini apalagi kalau pakai motor. Saya bayangkan kalau siang-siang pergi ke sini, pasti ramainya luar biasa, tapi kalau malam seperti apa ya?

Ketika sampai ke gedung ICE, kebanyakan parkiran sudah tutup, dan tidak terlalu banyak lampu juga, jadinya ragu apa benar ini masih buka. Tanya-tanya ke satpam, dijelaskan bahwa acaranya 24 jam. Oke… mari kita cari tempat parkir. Lokasinya luas sekali, dan karena sudah malam jadi parkirannya tidak terlalu ramai, walaupun masih ada puluhan mobil yang parkir. Kami masuk ke lokasi, dan view yang terlihat:

WP_20160430_008.jpg

Kondisi ICE di Menjelang Tengah Malam Big Bad Wolf Book Sale Jakarta

Wooooow…. 1 lokasi yang benar-benar diisi buku-buku… sangat banyak buku… buku yang kalau kita baca sendirian, seumur hidup tidak akan pernah selesai. Saya merasa ada di lautan buku!

Path_20160430040934115.jpg

Lautan Buku

Baiklah… bukunya banyak, so what? Waktu saya masuk, itu di bagian novel fiksi, dan ternyata harganya… wow… 60ribu, 45ribu… murah-murah! Tapi tetap, saya tidak tertarik di novel, dan karena tempat sangat luas, jadi kami berpencar untuk keliling masing-masing (untung zaman sekarang ada HP, tidak terbayang kalau harus bilang “nanti jam x kita kumpul lagi di sini ya” sambil menyamakan jam kayak di film Mission Impossible).

Awalnya saya pikir paling-paling buku yang dijual itu kebanyakan komik Jepang atau buku-buku cara mencari uang, yang biasa tajuknya: Mau kaya dalam 7 hari? Ini rahasianya! Mau kaya dalam 1 hari… rampok bank aja lah sekalian. Ternyataaaaaa…. *baru sadar setelah baca ulang poster waktu nulis blog ini*, judulnya itu BAZAR BUKU INTERNASIONAL… artinyaaaaaaa… hampir semua buku di tempat ini adalah buku-buku asing! *syok sampai terlempar ke Mars*

Jarang sekali saya lihat buku-buku asing yang sedemikian banyaknya. (tapi memang saya kurang “gaul” urusan buku). Harganya juga WOW… 60ribu, 70ribu, 80ribu, 100ribuan, 200ribuan… Ini bukan buku-buku yang kualitas rendah, banyak sekali buku hardcover tebal-tebal yang isinya benar-benar WOW dan dijual dengan harga yang sangat amat murah. #mimisan. Bahkan, ada buku yang tulisannya saja $12 sekian, dijual hanya Rp70ribu… what???

Ada buku novel fiksi, bisnis, olahraga, masak, travel, desain, politik, agama, referensi, komik-komik asing, buku anak-anak, sampai poster-poster. Bahkan saya yang tadinya tidak tertarik dengan buku, bisa merasa WOW.

Bayangkan nat geo dan discovery channel dalam bentuk buku yang ketika kita buka setiap halamannya, kita akan selalu takjub dengan grafis yang menarik. Banyak buku-buku yang unik… ada buku tentang langit, tentang binatang, sejarah pistol, shotgun, pedang, sejarah dunia, sampai buku caranya meramal (cara meramal, bukan buku yang judulnya “bagaimana peruntungan Anda di tahun ikan mas koki”). Banyak buku yang kalau di toko buku kita cari, mungkin harganya lebih dari Rp1 juta, tapi di sini cuma 100-20ribuan.

Mau cari manga atau buku-buku yang biasa kita temukan di toko buku lokal? Kelihatannya sulit… mau cari buku-buku resmi untuk sekolah atau kuliah juga berat, tapi selebihnya, silakan datanglah ke tempat ini.

Sulit menahan segala godaan untuk tidak membeli buku sama sekali. Seriously, kalau kalian pergi ke tempat ini, siapkan mental ya, jangan sampai dompet jebol. Enjoy! Semoga semakin banyak pameran buku murah seperti ini, agar orang-orang Indonesia bisa semakin banyak yang suka membaca buku🙂

Path_20160430063357464.jpg

Bertahan “Hanya” Membeli 2 Buku

Kesimpulan:

  • Harga buku di sini sangat tidak masuk akal murahnya… bersiaplah untuk kalap, terutama untuk pecinta buku
  • Tidak perlu mempersiapkan Rp200 untuk kantong plastik, semua diberikan gratis… lumayan bisa hemat beberapa ribu untuk yang mau borong buku
  • Bersiaplah untuk takjub dengan banyaknya buku, kualitas buku, dan juga harganya yang menarik

Tips & trik untuk ikut acara Big Bad Wolf Book Sale Jakarta:

  • Kalau punya  mobil dan siap keluar malam hari, lebih baik datang ke tempat ini di malam hari supaya tidak terlalu ramai
  • Sepertinya percuma membuat list apa yang mau dibeli, karena ketika di lokasi, kita akan menemukan banyak buku yang “menggoda”
  • Pastikan HP baterainya cukup. Kalau ramai-ramai ke sana, berpencarlah untuk mencari buku kesukaan masing-masing, lalu saling kontak untuk berkumpul kembali. Tidak disarankan untuk selalu beramai-ramai ketika mencari buku, karena masing-masing akan punya ketertarikan yang berbeda
  • Pastikan bawa uang yang cukup
  • Jangan berharap membeli buku-buku yang ada di toko buku lokal, karena sebagian besar buku yang dijual di sini adalah buku-buku asing
  • Kalau beli banyak buku, pastikan mampu membawa pulang buku-buku itu. Jangan sampai beli 50 buku, tapi bawa pulang pakai motor
  • Tidak semua publisher dan buku ternama ada di sini. Saya tidak menemukan buku-buku Dale Carnegie, Malcolm Gladwell, ataupun Alexander Osterwalder
  • Untuk para orangtua, persiapkan budget lebih banyak, apalagi bagi yang anaknya ikutan, pasti akan merengek minta dibelikan buku-buku
  • Persiapkan juga kemungkinan terburuk kalau misalnya hujan, jangan sampai nanti buku-buku yang sudah dibeli jadi basah

 

 

Ivy & Nic Line Stickers

•February 4, 2016 • Leave a Comment

Promo_ImageHello, guys! This will be my 1st post at 2016… and it is about promoting my line stickers..😀

Please download it on your LINE application.

Ivy & Nic

Ivy is the trendy modern type of girl from the urban city, while Nic is the nice guy from the village. Their love story will make you feel happy!

https://store.line.me/stickershop/product/1237275/en

 

Thanks!

_________________________________________________________________________________

Halo semua! Ini post pertama saya di tahun 2016.. dan isinya ini mempromosikan line stickers saya..😀

Download ya di aplikasi LINE kalian.

Ivy & Nic

Ivy ini adalah wanita modern dari perkotaan, sedangkan Nic adalah lelaki baik hati dari desa. Kisah cinta mereka akan membuat kamu merasa bahagia!

https://store.line.me/stickershop/product/1237275/en

 

Terima kasih!

2015 in review

•January 2, 2016 • Leave a Comment

Soooo… I only posted once in 2015? Huff… gotta be more diligent and write more this year. Meanwhile, enjoy the annual report!😀

_______________________________________________________

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2015 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 15,000 times in 2015. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 6 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Yuk Kita Ketahui Lebih Banyak Tentang Bangka – Part I

•August 3, 2015 • 2 Comments

Sudah lamaaaaa sekali saya tidak posting di blog ini karena kesibukan (baca: malas). Kali ini saya akan menulis sesuatu yang menurut saya cukup menarik, yaitu tentang Bangka. Postingan ini berdasarkan perjalanan saya ke Pulau Bangka dari 23-28 Juni 2015. Isinya sangat subjektif berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya ya, sepenuhnya opini. Kebanyakan isinya akan berupa perbandingan antara kondisi di Bangka dan di Jakarta.

Untuk memudahkan dalam menjelaskan, saya akan membuat beberapa kategori dari pengamatan. Silakan dibaca😀

Pengantar

Pulau Bangka terletak di wilayah Selatan Pulau Sumatera, di provinsi Bangka Belitung. Dari Pulau Bangka ini kita bisa naik kapal laut menuju ke Pulau Belitung ataupun Kota Palembang di Pulau Sumatera. Ibukota provinsi Babel sendiri terletak di kota Pangkalpinang di Pulau Bangka.

Kalau kita naik pesawat ke Pulau Bangka, kita akan mendarat di Bandara Depati Amir. Bandara ini terletak di Kota Pangkalpinang. Ini sedikit gambaran yang terlihat kalau kita mendarat di Bandara Depati Amir:

Bandara Depati Amir

Selamat Datang di Bandara Depati Amir

 

Lalu Lintas dan Transportasi

 

– Tidak ada /jarang ada angkutan umum

Pada umumnya orang-orang yang tinggal di Pulau Bangka akan memiliki kendaraan sendiri, entah itu motor ataupun mobil. Saya tidak menemukan adanya angkutan umum yang bisa dinaiki dengan mudah. Kalau kita baru keluar dari bandara, ada banyak sekali orang yang menawarkan jasa taksi. Rasanya itu salah satu tempat di mana kita bisa benar-benar pergi ke tempat lain dengan kendaraan yang bukan milik pribadi. Kadang terlihat juga ada mobil transportasi antar kota, dan itupun tidak banyak. Dengar-dengar katanya ada juga penyewaan motor dan mobil.

 

– Lurus selalu menang dibanding yang berbelok

Sesuai dengan peraturan lalu lintas yang sebenarnya, jika kita sedang berkendara lurus, maka kendaraan yang ingin berbelok ke sisi kita ataupun mau masuk melewati jalur kita, harus memprioritaskan kendaraan kita. Di Jakarta, ini jarang terjadi, biasanya semua menganut sistem siapa cepat dia dapat. Di Bangka, hampir di semua tempat (kecuali Pangkalpinang, dimana biasanya ada juga orang-orang yang berkendara seperti orang Jakarta), pengendara yang ingin masuk jalur kita akan menunggu sampai benar-benar tidak ada kendaraan.

Namun, jeleknya adalah, apabila kita bergaya Jakarta dan masuk ke jalur tanpa menunggu kosong, atau karena merasa harus lewat “mumpung ada kesempatan”, akan beresiko untuk tertabrak. Kendaraan-kendaraan di sini banyak yang tidak mengerem meskipun kita masuk ke jalur mereka, atau istilah teman di Bangka: “Banyak yang tidak pakai mata”.

Contoh Kasus Lalu Lintas

Contoh Kasus Lalu Lintas

Di gambar atas, kita bisa lihat simulasinya dari gambaran ms paint saya yang “luar biasa”:

1. B naik kendaraan lurus, A ingin masuk ke jalur B. A harus menunggu sampai B lewat, barulah A lewat.

2. A ngeyel ingin menyerobot masuk ke jalur B tanpa menunggu B lewat. Kemungkinan yang terjadi adalah B tidak mengurangi kecepatan, akibatnya kemungkinan A akan tertabrak.

 

– Hanya ada 1 jalan utama dari kota ke kota

Satu hal yang sangat menarik dari Pulau Bangka itu adalah jalanannya, dimana apabila kita ingin pergi dari katakanlah Pangkalpinang ke Sungailiat, ataupun Sungailiat ke Belinyu, semuanya itu hanya perlu mengikuti 1 jalan utama yang cukup lebar. Tidak perlu belok ke jalan lain, kecuali apabila kita ingin ke tujuan tertentu. Tidak perlu takut nyasar karena jalanan utama sangat mudah diikuti. Tidak ada lampu merah selain di kota. Dari kota ke kota, kita akan melewati banyak sekali kabupaten, tapi asal kita sudah tahu kota tujuan kita, tinggal ikuti jalan dan kita akan sampai. (Saya hanya mengetahui rute Pangkalpinang sampai Belinyu, jadi tidak tahu apakah berlaku juga untuk rute lain.)

Jika kita mau ke tempat wisata tertentu, barulah kita perlu mengetahui di mana kita harus belok, atau bisa juga kita tanyakan ke masyarakat sekitar.

 

– Kebanyakan tempat cukup aman

Banyak motor yang main taruh helm di jok motor, ataupun di spion, tanpa diikat. Kebanyakan tempat seperti ini, kecuali di tempat yang benar-benar ramai, baru kadang-kadang diamankan.

 

– Pom bensin TIDAK 24 jam

Tidak seperti kondisi di Jakarta, ternyata kalau sudah malam, pom bensin kota-kota di Bangka tutup. Jadi pom bensin dibuka waktu jam kerja. Saya tidak tahu pastinya jam berapa buka tutupnya, tapi yang pasti setelah jam 7 malam, waktu itu saya cari pom bensin sudah tutup. Sisakan bensin kendaraan ya, jangan sampai kehabisan, apalagi kalau pas pom bensin ditutup.

Satu lagi yang saya alami adalah, ketika mengisi bensin di sini, sering sekali nominalnya dibulatkan ke atas. Jadi misalnya kita isi penuh Rp44.200,00 lalu kita beri uang Rp50.000,00, bisa jadi akan dikembalikan Rp5.000,00 saja. (atau Rp5.500,00 bila beruntung). Akan lebih baik bila kita sudah bisa memperkirakan mengisi berapa, agar bisa dibalikkan dengan uang yang bulat. Kalau di Jakarta, biasanya dari pengalaman saya itu justru kelebihan akan dibulatkan ke bawah, jadi kalau Rp44.200,00 akan dianggap hanya Rp44.000,00. Dalam hal ini, Jakarta lebih baik dibanding Bangka.

 

– Tidak ada macet, jarak kota ke kota jauh

Karena jumlah penduduk tidak terlalu banyak (jauh sekali bila dibandingkan Jakarta), jadi hampir tidak pernah ada kemacetan baik di dalam kota maupun di luar. Satu-satunya yang membuat kemacetan itu adalah kalau sedang lampu merah, dan lampu merah ini adanya hanya di kota.

Walaupun tidak ada kemacetan, tapi jarak dari 1 kota ke kota lainnya sebenarnya jauh. Rata-rata jarak 1 kota ke kota lainnya kalau kita naik motor bisa 1 jam lewat (kecepatan 50-70an km/h). Ingat, ini tanpa macet sama sekali, lho. Jalanan utamanya sudah diaspal, jadi sebagian besar jalan bisa dilewati dengan cukup baik.

 

– Hati-hati terhadap binatang

Di beberapa jalan yang agak kecil terutama di luar jalur utama, terkadang ada binatang seperti anjing yang menyeberang jalan. Bahkan ada juga di jalan, saya lihat ada mayat ular kecil yang gepeng karena dilindas.

 

Suhu Udara

Bila dibandingkan dengan Jakarta, jelas suhu udara di Bangka ini jauh lebih panas. Cukup panas untuk membuat kulit kita jadi gosong kalau tidak menggunakan sun screen. Kalau berkendara dengan motor ataupun berjalan kaki, sangat disarankan menggunakan jaket, sarung tangan, dan apapun yang bisa digunakan untuk menutupi kulit kita dari paparan langsung matahari.

Hasil Naik Motor dari Sungailiat ke Belinyu Tanpa Sarung Tangan

Hasil Naik Motor dari Sungailiat ke Belinyu Tanpa Sarung Tangan

 

Masyarakat

Memasuki satu wilayah yang berbeda, tentunya akan ada kebiasaan, tradisi, maupun keunikan dari masyarakat yang tinggal di daerah itu. Saya tulis ya beberapa yang kelihatan unik:

– Sifat

Orang-orang Bangka yang saya lihat (entah ini berlaku untuk semua orang Bangka atau memang pas saja saya ketemu yang seperti ini), pada umumnya mereka ramah (seperti orang Indonesia lainnya), dan mereka suka becanda ketika berbicara, terutama sesama orang Bangka. Kalau ke saya yang orang Jakarta, karena mereka merasa saya sulit mengerti bahasanya, jadi tidak terlalu kelihatan becanda.

– Bahasa

Normalnya orang-orang di Bangka akan berbicara dengan menggunakan bahasa Bangka dan juga bahasa Khe untuk orang-orang chinese di sana. Bahasa Bangka itu sebenarnya bahasanya merupakan campuran bahasa Indonesia dengan sedikit bahasa Khe, tapi yang membuat unik adalah intonasinya. Logat orang-orang Bangka ketika berbicara itu akan sangat sulit dimengerti oleh orang Jakarta, kecuali kalau memang mereka memelankan cara berbicaranya, atau berusaha membuatnya jelas.

Waktu saya di sana, saya dengar dua orang Bangka berbincang di depan saya, dan mereka sebenarnya berbicara bahasanya itu Indonesia tapi logat Bangka, dan saya tidak mengerti sama sekali mereka berbincang apa >.<

Satu hal yang perlu dipelajari kalau ke Bangka itu adalah terima kasih banyak versi Bangka: Sinmung toto (ini rasanya hasil asimilasi dari bahasa Khe).

Sinmung Toto

Sinmung Toto

 

– Pekerjaan

Walaupun di kota-kota ada banyak jenis pekerjaan, namun kalau kita perhatikan di daerah Bangka terutama wilayah kabupaten dan pedesaan, umumnya ada 3 jenis pekerjaan yang banyak dilakukan:

1. Pertambangan

Ada banyak sekali lokasi tambang timah (namanya  juga pulau timah), dan banyak penduduk yang bekerja baik sebagai penambang, pengolahan, dan lain sebagainya.

2. Peternakan

Banyak juga masyarakat yang beternak, baik itu ayam, sapi, babi, dan lain sebagainya. Mereka juga suka memelihara binatang, terutama anjing, karena dianggap bisa menjaga rumah.

3. Perkebunan

Mudah sekali terlihat di daerah pedesaan, ada banyak hutan dimana-mana, dan orang Bangka mengetahui banyak hal tentang perkebunan. Teman saya sendiri bisa menyebutkan jenis tanaman dari sekali lihat, dan bisa mengetahui perbedaan antar tanaman, sedangkan bagi saya, semua itu namanya ‘tanaman’ saja :3

Bahkan bagi mereka yang punya perkebunan, bisa menganggap tanaman-tanaman itu seperti peliharaan. Contohnya balik lagi, teman saya, bisa menyebutkan tanaman A yang ini umurnya sudah berapa tahun, tanaman yang ini sudah lama tidak berbuah, yang ini dulu tingginya segini, dst.

Ini sangat unik, dan membuat kita bahwa mereka kelihatannya jauh lebih menghargai alam dibandingkan dengan orang-orang yang tinggal di kota besar… seperti saya (kalau kasih contoh orang lain, nanti tersinggung hehe).

 

– Waktu Pacaran

Kalau pasangan-pasangan muda di Jakarta pacaran di hari Sabtu dan Minggu (terutama malam Minggu), pasangan-pasangan yang sedang berpacaran di Bangka biasanya memilih Sabtu malam dan Rabu malam. What? Seminggu pacaran 2x? betul! Kenapa hari Rabu? hmm.. berdasarkan analisa teman, mungkin karena rabu itu ada di pertengahan minggu? Mungkin pasangan tidak tahan kalau kelamaan tidak ketemuan? haha who knows…

 

– Jam Aktif

Di Bangka, pada umumnya, jam 7 malam itu sudah mulai sepi dan gelap, walaupun tetap masih ada aktivitas. Tapi kondisi ini tidak berlaku untuk hari Rabu dan Sabtu, karena alasan di poin sebelumnya itu.

 

Tempat-tempat Penting

– Hotel

Pada umumnya, hotel-hotel yang ada di Bangka ini ada 2 “kasta”. Ada hotel-hotel yang sangat elit, bintang 4 atau 5, tapi ada juga hotel-hotel yang sangat minimalis, seperti hotel bintang 1. Jadi kalau jalan ke Bangka, silakan pilih yang mana yang sesuai. Hotel bintang 1 yang saya tempati itu sekitar Rp200.000-Rp250.000 per malam untuk 2 orang (atau mungkin kalau mau dipepet lebih banyak orang, feeling saya mungkin tidak dimarahi juga).

Berhati-hatilah ketika tinggal di hotel-hotel bintang 1 ini. Ketika saya pergi ke Bangka, itu sedang suasana puasa, dan saya tidak puasa, jadi saya perlu breakfast. Walaupun hotelnya menyatakan ada breakfast, tapi tanyakan lebih detail sebelum booking. Pengalaman saya, ada 1 tempat menginap yang waktu saya tanyakan tentang makan pagi, resepsionisnya bilang kokinya sedang tidak ada, dan memang kondisi sedang puasa. Jadi? Makan paginya ternyata  diberi mi instan di dalam cup… baiklah…

 

– Tempat Wisata

Kebanyakan tempat wisata di Pulau Bangka kalau saya lihat itu ada 2, yaitu pantai dan tempat wisata religi. (ada juga tempat lain seperti Museum Timah dan Bangka Botanical Garden). Ini penjelasannya:

1. Museum Timah

Lokasinya ada di Kota Pangkalpinang. Mudah dicapai, tempatnya juga sepi terutama di hari biasa. Waktu saya pergi ke sini, rombongan saya adalah satu-satunya pengunjung di museum ini. Bahkan penjaganya tidak terlihat, kemungkinan sedang bersantai di luar museum karena panas. Jadi, kami benar-benar self-service di dalam museum.

Isi museumnya ya segala sesuatu yang berhubungan dengan timah, mau itu alat tambangnya, bentuknya, sampai sejarahnya. Karena saya pribadi bukan tipe-tipe yang benar-benar pecinta museum, jadi berasanya kurang menarik. Untuk orang lain mungkin menarik ya… hehe.

Museum Timah Indonesia

Museum Timah Indonesia

 

2. Bangka Botanical Garden

Daerah taman dan hutan yang cukup luas. Kalau jalan kaki sih bisa-bisa nyasar. Di tempat ini ada banyak sekali pohon dan tanaman (pastinya), ada tempat memancing, ada banyak sapi perah yang bisa diberi makan “rumput kejujuran”. Jadi kita ambil rumputnya, dan kita masukkan uang untuk biaya rumput, tanpa pengawas, semua tergantung kejujuran kita.

 

Bangka Botanical Garden

Bangka Botanical Garden

 

3. Pantai

Ada sangat banyak pantai di Bangka, baik yang terkenal maupun yang benar-benar terpencil. Saya akan cerita beberapa yang saya kunjungi:

 

3.1. Pantai Pasir Padi

Pantai Pasir Padi letaknya ini tidak jauh dari Pangkalpinang. Pantainya luas dan sepi (mungkin karena saya ke sana sudah dekat-dekat buka puasa). Banyak tempat makan juga di pantai ini, seperti restoran Aroma Laut (Nanti dibahas di bagian tempat makan). Lumayan kalau mau nongkrong menikmati suasana, akan tetapi jangan sampai malam ya, karena jalanan ke kota kan agak lumayan kalau gelap.

Pantai Pasir Padi

Pantai Pasir Padi

 

3.2. Pantai Tikus

Pantai Tikus ini tidak terlalu jauh dari Kota Sungailiat, dan ada 1 Vihara bernama Puri Tri Agung yang katanya awal tahun 2015 ini baru dibuka. (Untuk viharanya nanti kita bahas di bagian tempat ibadah). Sepertinya ada jalan untuk menuju ke pantai, tapi waktu itu saya hanya ke daerah itu di bagian dekat vihara saja.

Pantai Tikus

Pantai Tikus

 

3.3. Pantai Penyusuk

Tidak sampai 1 jam dari kota Belinyu, kita bisa menemukan Pantai Penyusuk. Banyak batu-batu yang besar di pantai ini. Ada juga jasa untuk mengantar dari Pantai Penyusuk ke pulau lain dekat pantai ini (kalau tidak salah sih Pulau Lampu).

Pantai Penyusuk ini cukup menarik untuk bersantai, tapi saran saya jangan datang siang-siang. Pengalaman saya datang siang-siang itu panassssnyaaa luarrrrrr biasaaa. Oh iya, biaya masuk Pantai Penyusuk ini Rp1.000,00- per orang.

Pantai Penyusuk

Pantai Penyusuk

 

3.4 Pantai Pangkul

Pantai yang benar-benar sepi dan terpencil yang terletak cukup dekat dari kota Koba. Kelihatannya hanya penduduk di sekitar sini yang jalan-jalan ke Pantai Pangkul. Bisa juga terlihat nelayan-nelayan yang sedang menjala ikan di pinggir laut. Kalau kita beli langsung dari nelayan, harganya akan jauh lebih murah dibandingkan dengan di pasar, dan pastinya lebih fresh.

Pantai Pangkul

Pantai Pangkul

 

4. Tempat Wisata Religi

Bangka adalah satu tempat wisata multikultur. Ada banyak tempat ibadah dari agama-agama yang berbeda di sini. Saya tidak pergi ke semua tempat wisata, jadi hanya beberapa yang akan saya ceritakan di sini:

4.1. Kelenteng Dewi Laut

Kelenteng Dewi Laut ini terletak di daerah dekat kota Pangkalpinang (saya tidak tahu masih masuk di dalam kota atau sudah di luar kotanya, tapi yang pasti masih di sekitar sana). Di bagian depan kelenteng terdapat patung dari 12 shio. Dari pengamatan saya, biasanya kelenteng-kelenteng yang ada itu tidak terlalu besar (tidak terlalu banyak patung dewa), tapi jumlah kelenteng sendiri di Pulau Bangka cukup banyak, bahkan di jalan-jalan terkadang kita bisa menemukan tempat seperti kelenteng kecil untuk dewa tertentu.

Kelenteng Dewi Laut

Kelenteng Dewi Laut

 

4.2. Pura Penataran Agung

Sebenarnya saya tidak tahu pasti nama Pura ini, tapi tadi hasil google katanya Pura ini namanya Pura Penataran Agung. Kalau kata teman Bangka, biasanya disebutnya Pura Hindu saja. Arsitekturnya bergaya Hindu Bali. Cukup unik, namun sayangnya saya tidak bisa masuk ke dalam karena memang ditutup, entah karena saya kesorean (sampai di sana sekitar jam 4 sore lewat), atau karena memang tidak dibuka.

Pura Penataran Agung

Pura Penataran Agung

Siluet Pura

Siluet Pura

 

4.3. Vihara Puri Tri Agung

Vihara ini merupakan satu vihara yang baru saja dibuka awal tahun ini (Januari 2015). Lokasinya ada di Pantai Tikus, dekat Kota Sungailiat. Dari vihara ini, kita bisa melihat dengan jelas laut yang kelihatan indah. Di dalam vihara sendiri ada 3 patung berukuran raksasa, yaitu patung Buddha, Lao zi, dan Confusius yang melambangkan aliran Tridharma. (Sayangnya tidak boleh foto di dalam vihara).

Vihara Puri Tri Agung

Vihara Puri Tri Agung

 

4.4. Gua Maria

Berbeda dengan tempat-tempat wisata lain yang kebanyakan harus naik kendaraan cukup jauh, Gua Maria ini letaknya di dalam kota Belinyu itu sendiri. Dari jalan, tidak terlihat seperti gua, karena ternyata guanya sendiri terletak di bagian belakang tempat ini. Di bagian depan, kelihatannya ada sekolah.

Cerita singkat dari Gua Maria ini berdasarkan yang saya dengar dari suster yang menjaga, dikatakan dulu ada Pastor yang ingin membuat tempat ibadah ini, dan sudah 3x mimpi yang sama tentang masih ada batu yang terkubur. Akhirnya dilakukan penggalian, dan ditemukan 2 buah batu yang bentuknya mirip tangan yang sedang berdoa.

Gua Maria ini suasananya cukup enak untuk jalan-jalan, karena memang ada banyak pohon, menjadikan suasananya nyaman.

 

Gua Maria

Gua Maria

4.5 Kelenteng Sip Sam Fun

Lokasinya ada di dekat kota Pangkalpinang. Halaman di kelenteng ini juga luas seperti tempat wisata di Bangka lainnya. Cukup menarik untuk dikunjungi sore-sore ketika suasana sedang adem.

 

Kelenteng Sip Sam Fun

Kelenteng Sip Sam Fun

 

5. Tempat Makan

Ini dia tempat yang sudah pasti dicari-cari oleh para turis, terutama yang ingin wisata kuliner. Berikut saya informasikan beberapa tempat makan yang sudah saya kunjungi selama di Bangka:

 

5.1. Restoran Aroma Laut

Terletak di Pantai Pasir Padi. Restorannya ini sendiri konsepnya sangat unik, yaitu sesuatu dengan motonya: “makan di atas kapal. Restorannya dibuat di atas kapal (bukan kapal yang masih berfungsi, tapi sudah jadi bangunan restorannya). Jenis makanan yang dijual adalah seafood, dengan harga yang boleh dibilang tergolong sangat premium dengan standar di Bangka.

Kebetulan waktu saya makan di sana, itu sedang jam buka puasa, jadi disajikan takjil gratis. Lumayan…

Restoran Aroma Laut

Restoran Aroma Laut

 

5.2 Waroeng Kopi & Roti Panggang Tung Tau

Ada 2 Tung Tau di Bangka, yaitu di Sungailiat dan juga Pangkalpinang. Sepertinya yang di Sungailiat itu pusatnya. Kopi Tung Tau sendiri sudah ada sejak 1938, dan kalau saya tidak salah, adalah kedai kopi tertua di Bangka. Saya sendiri pergi ke Tung Tau di Sungailiat. Tempatnya bergaya bangunan tua dan tidak besar. Harga di tempat ini juga bersahabat. Kopi susu hanya Rp10.000,00- dan Roti panggang nanas coklat Rp15.000,00- Cukup oke untuk nongkrong di sore hari.

Waroeng Kopi Tung Tau

Waroeng Kopi Tung Tau

Kopi Susu & Roti Nanas Coklat

Kopi Susu & Roti Nanas Coklat

*Mohon maaf kalau blur… maklum kamera HP murah meriah.. hehe

 

5.3. Rumah Makan Liong Ki

Rumah makan chinese food yang terletak di kota Sungailiat. Harga makanan cukup standar mengingat porsinya lumayan banyak. Akan lebih enak kalau makan di sini ramai-ramai. Restoran ini chinese food ya, jadi tidak halal, dan salah satu makanan yang terkenal dari Bangka itu kan memang yang mengandung daging babi. Silakan dicoba bagi yang bukan muslim😀

Menu Rumah Makan Liong Ki

Menu Rumah Makan Liong Ki

 

5.4. Otak-otak Belinyu

Kalau ditanya makanan khas Bangka itu apa? Salah satu yang paling terkenal adalah otak-otak. Lalu kota mana di Bangka yang paling terkenal otak-otaknya? Kota Belinyu. Ini tidak spesifik menunjukkan 1 rumah makan, karena ada beberapa tempat yang menjual otak-otak, tapi yang pasti, kalau ke Belinyu, carilah otak-otak, harganya juga hanya 2 ribu per otak-otak.

Otak-otak Belinyu Beserta Berbagai Macam Saus

Otak-otak Belinyu Beserta Berbagai Macam Saus

 

5.5. Pauw’s Kopitiam

Terletak di Sungailiat. Tempatnya cukup luas. Berbeda dengan kebanyakan kedai kopi yang lebih cocok untuk nongkrong sambil makan snack, kedai kopi ini menyediakan makanan berat. Harganya juga murah.  Kopi O Rp8.000,00- dan nasi tim Rp25.000,00-

Pauw's Kopitiam's Food

Pauw’s Kopitiam’s Food

 

5.6. Jimmy Restaurant

Rumah makan chinese food yang terletak tidak jauh dari kota Sungailiat. Kita bisa mencoba berbagai macam makanan chinese dan juga seafood di sini. Tempatnya cukup luas, bahkan kelihatannya bisa disewa untuk acara resepsi pernikahan. Harganya tidak terlalu murah, tapi karena porsinya untuk keluarga, jadi cukup lumayan. Saya sendiri memesan menu tupai goreng bumbu, satu makanan yang saya belum pernah makan seumur-umur.

Jimmy Restaurant

Jimmy Restaurant

 

5.7. Waroeng Mie Koba Iskandar

Sebenarnya ada banyak warung Mie Koba, akan tetapi katanya ini salah satu yang paling terkenal di Pangkalpinang, jadi kami kunjungi. Harga mie cukup bersahabat, yaitu Rp12.000,00- tapi porsinya agak kurang bersahabat… cukup untuk wanita yang mau diet, kelihatannya.

Warung Mie Koba Iskandar

Warung Mie Koba Iskandar

Penampakan Mie Koba

Penampakan Mie Koba

 

5.8. Es Anggrek

Tempat es ini adalah salah satu (atau mungkin yang tertua) di Pangkalpinang. Minuman yang paling terkenal tentunya adalah Es Anggrek, sesuai dengan nama tempat ini. Saya pribadi kurang merasa tempat ini spesial, karena es seperti ini walaupun tidak sama persis, tapi bisa dijumpai di Jakarta. Harganya di sini juga cukup mahal, yaitu Rp25.000,00- tapi kalau belum pernah coba, boleh juga dicoba ke sini.

Es Anggrek

Es Anggrek

 

5.9. Lada Hitam

Rumah makan di Pangkalpinang. Bukan ciri khas kota Bangka, namun cukup ramai di Pangkalpinang, karena menyajikan steak (yang menurut saya tidak termasuk kategori steak) dengan harga murah. Cukup banyak didatangi terutama oleh anak-anak muda di kota ini.

Menu Lada Hitam

Menu Lada Hitam

 

5.10. Kedai Toa

Tempat nongkrong dan ngemil di kota Pangkalpinang. (Dari tulisan-tulisan di atas, sudah terlihat kalau saya suka nongkrong di kedai kopi). Harga di tempat ini cukup oke juga. Kopi O Rp7.000,00- dan pisang bakar ice cream Rp18.000,00-

Kopi O & Pisang Goreng Ice Cream @ Kedai Toa

Kopi O & Pisang Bakar Ice Cream @ Kedai Toa

 

6. Tempat Oleh-oleh

Nah, setelah tadi kita sudah berkunjung ke banyak tempat makan, seperti biasa, namanya turis pasti nanti banyak yang minta oleh-oleh. Di kota Pangkapinang, ada 1 tempat untuk membeli oleh-oleh yang sangat saya rekomendasikan. Nama tempatnya itu Pusat Oleh-oleh & Makanan Khas Bangka LCK. Di sini kita bisa menemukan banyak oleh-oleh khas Bangka. Antara lain yang saya beli adalah kerupuk, kemplang, madu, dan gantungan kunci. Ada juga baju, sambal, dan lain-lain kalau kita mau cari oleh-oleh di sini. Toko ini juga membungkus segala oleh-oleh dengan sangat rapi, sudah ada kardus khusus, dan mereka ada mesin khusus untuk mengikat kardus tersebut. Selain itu, di tempat ini juga ada JNE, jadi kalau kita punya teman di Bangka dan mau minta oleh-oleh, tinggal minta beli di sini dan kirim lewat JNE.

Pusat Oleh-oleh LCK

Pusat Oleh-oleh LCK

 

Mitos

Terdapat beberapa mitos dan kepercayaan yang cukup menarik apabila kita ingin membaur di pulau Bangka. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Tidak boleh menolak makanan yang ditawarkan

Istilahnya itu kepunen / pamali. Apabila ada yang menawarkan makanan, kita harus menerimanya, walaupun katakanlah cuma makan sedikit. Hal ini berbeda dengan kebiasaan saya yang suka ga enakan kalau ditawarkan sesuatu. Kalau kita menolak yang ditawarkan, perjalanan kita bisa kena masalah, entah itu kecelakaan ataupun hal buruk lainnya. Jadi jangan menolak ya, siap-siap berat badan bertambah hahaha.

Mari kita coba analisa dari sisi logika:

Perkiraan saya, mungkin ini dikarenakan kalau kita menolak makanan, nantinya kita kelaparan, dan kalau kelaparan di jalan nanti tidak konsen jadi bisa kecelakaan.

  • Tidak boleh mencari kopi

Kalau kita mencari kopi, dan tidak menemukan, bisa kepunen juga. Kalau kita cari dan memang menemukan kopi, tidak ada masalah. Saya termasuk pecinta kopi, jadi lumayan sering di sana bilang: “kita ngopi yuk..” dan untungnya selalu dapat kopi yang dicari, jadi aman.

Mari kita coba analisa dari sisi logika:

Kalau kita mencari kopi kan kemungkinan berarti kita mengantuk, dan kalau mengantuk tapi tidak dapat kopi, bisa bahaya perjalanan kita.

  • Tidak boleh bilang makanan enak

Katanya kalau kita bilang suatu makanan itu enak, nantinya kita bisa sakit perut. Untungnya lagi, saya terbiasa mengatakan “lumayan” kalau ditanya tentang rasa makanan… haha.

Mari kita coba analisa dari sisi logika:

Kemungkinannya kalau makanan enak, kita jadi ingin makan terus. Nantinya kalau makan kebanyakan, kan bisa sakit perut.

  • Tidak boleh memetik jeruk asam / jeruk kunci dan juga cabai (untuk wanita yang sedang “berhalangan”)

Ini entah mitos atau benar, karena menurut teman saya, memang hal ini bisa kejadian. Bahkan, orang-orang yang bekerja di perkebunan bisa mengetahui apabila suatu tanaman mati ataupun buah yang selanjutnya jadi jelek karena dipetik wanita yang sedang “berhalangan”.

Logikanya? Saya tidak paham. Mungkin para ahli botani bisa menjelaskan😀

Nah, saudara-saudari pembaca… panjang ya kayanya postnya dari awal.. hehe. Semoga bisa membantu dalam perjalanan di Pulau Bangka. Ingat, sepert kata pepatah: “Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.” Selalu ikuti apa yang menjadi kebiasaan di daerah yang kita kunjungi, agar perjalanan kita bisa menjadi lancar dan menyenangkan.

2014 in review

•December 30, 2014 • Leave a Comment

OH it’s time for this post again… Thanks for reading my blog, guys! Masih jarang post blog baru karena sibuk dan malas… kombinasi yang luar biasa. Semoga tahun depan bisa banyak sharing-sharing di blog ini. Enjoy… and happy new year!😀

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2014 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 17,000 times in 2014. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 6 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.